Sempat Tertunda Pandemi, Pemerintah Naikkan Tarif Tol Mulai 17 Januari

Penyesuaian tarif dilakukan dengan mempertimpangkan potensi pemulihan ekonomi setelah dimulainya vaksinasi.
Image title
14 Januari 2021, 14:33
tarif tol, kenaikan tarif tol, penyesuaian tarif tol,
ANTARA FOTO/ Reno Esnir /foc.
Sejumlah kendaraan memasuki gerbang tol Ciledug di Jakarta, Rabu (4/11/2020). Pemerintah menyesuaikan tarif sejumlah ruas tol. Tarif baru akan mulai berlaku 17 Januari 2021.

Pemerintah menaikkan tarif sejumlah ruas tol. Tarif baru akan mulai berlaku pada 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB. Sebelumnya rencana penyesuaian tarif tol sempat tertunda karena adanya pandemi corona.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra Atmawidjaja mengatakan penyesuaian tarif bertujuan untuk mengimbangi inflasi, meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol, mendukung kinerja operator, serta menutup kenaikan biaya operasional. Sehingga pengembalian investasi dapat dilakukan.

“Kami berharap kenaikan tarif tol dapat diterima oleh masyarakat, sekaligus menjadi momentum dalam membangkitkan ekonomi nasional,” ujar Endra dalam Konferensi Pers Sosialisasi Pemberlakuan Tarif Jalan Tol Japek, serta Penyesuaian Tarif Tol Jasa Marga Group, Kamis (14/1).

Dia melanjutkan, jalan tol merupakan infastruktur yang pembangunannya melibatkan pihak swasta. Karena itu, pemerintah mengeluarkan regulasi dalam menjaga iklim investasi, sehingga pelayanan publik dapat terjamin.

Dengan iklim investasi yang cepat, nantinya akan mengembangkan pembangunan jalan tol yang merata di Indonesia. Ekonomi daerah pun akan terpengaruh karena adanya pemerataan infastruktur. “Pengembangan jalan tol yang merata akan menarik investasi dan menyerap tenaga kerja,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Umum Bagian Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Mahbullah Nurdin mengatakan, penyesuaian tarif jalan tol telah diatur melalui Undang-Undang (UU) 38/2004 tentang jalan.

Karena itu, penyesuaian tarif diharapkan dapat diterima dan dimengerti oleh masyarakat. “Kita tidak serta merta menaikkan tarif. Tapi ini amanat dari UU. Kenaikan tarif di tahun ini juga telah memperhatikan situasi dan kondisi,” ujarnya.

Mahbullah melanjutkan, alasan penyesuaian tarif diberlakukan bulan ini karena ekonomi mulai pulih. Di samping itu, vaksinasi pun mulai didistribusikan, sehingga diharapkan Covid-19 dapat tuntas dan ekonomi terus mengalami pertumbuhan.

Databoks target dan capaian pembangunan jalan tol di Indonesia hingga 2024:

Adapun besaran tarif tol yang sudah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Tol Jakarta - Cikampek II Elevated:

Wilayah I (Jakarta IC – Pondok Gede Barat/Pondok Gede Timur)

  • Golongan I Rp 4.000
  • Golongan II Rp 6.000
  • Golongan III Rp 6.000
  • Golongan IV Rp 8.000
  • Golongan V Rp 8.000

Wilayah II (Jakarta IC – Cikarang Barat)

  • Golongan I Rp 7.000
  • Golongan II Rp 10.500
  • Golongan III Rp 10.500
  • Golongan IV Rp 14.000
  • Golongan V Rp 14.000

Wilayah III (Jakarta IC – Karawang Barat)

  • Golongan I Rp 12.000
  • Golongan II Rp 18.000
  • Golongan III Rp 18.000
  • Golongan IV Rp 24.000
  • Golongan V Rp 24.000

Wilayah IV (Jakarta IC – Cikampek)

  • Golongan I Rp 20.000
  • Golongan II Rp 30.000
  • Golongan III Rp 30.000
  • Golongan IV Rp 40.000
  • Golongan V Rp 40.000

Jakarta Outer Ring Road (JORR)

Seksi WS2, W2U, S, E, Ulujami – Pondok Aren dan ATP:

  • Golongan I Rp 16.000
  • Golongan II Rp 23.500
  • Golongan III Rp 23.500
  • Golongan IV Rp 31.500
  • Golongan V Rp 31.500

Seksi Bintaro Viaduct – Pondok Ranji

  • Golongan I Rp 3.000
  • Golongan II Rp 4.500
  • Golongan III Rp 4.500
  • Golongan IV Rp 6.5000
  • Golongan V Rp 6.500

Tol Trans Jawa:

Paliman – Kanci

  • Golongan I Rp 12.500
  • Golongan II Rp 18.000
  • Golongan III Rp 18.000
  • Golongan IV Rp 30.000
  • Golongan V Rp 30.000

Semarang Seksi A, B, C:

  • Golongan I Rp 5.500
  • Golongan II Rp 8.000
  • Golongan III Rp 8.000
  • Golongan IV Rp 10.500
  • Golongan V Rp 10.500

Surabaya – Gempol

  • Golongan I Rp 5.000
  • Golongan II Rp 8.000
  • Golongan III Rp 8.000
  • Golongan IV Rp 10.500
  • Golongan V Rp 10.500

Dampak Penyesuaian Tarif Tol

Direktur Utama PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek Vera Kirana menyebutkan, setidaknya ada tiga dampak positif atas pemberlakuan tarif tol yang baru, yakni efesiensi titik transaksi dan distribusi lalu lintas, peningkatan kapasitas jalan, serta meningkatkan kecepatan rata-rata kendaraan.

Dalam efesiensi titik transaksi, dia menyebutkan akan meminimalisir titik transaksi dengan hanya membayar 1 tarif integrasi. Kemudian dari sisi kapasitas jalan, integrasi sistem transaksi berdampak pada penurunan rasio rata-rata tol Jakarta – Cikampek.

“Kemudian sebelum Japek Elevated dioperasi, rasio tertinggi ada di segmen Cikarang Timur – Karawang Barat. Di jalur A sebesar 1,07 kini turun menjadi 0,63,” ujar Vera.

Terkait peningkatan kecepatan rata-rata, sambung Vera Simpang Susun (SS) Cikunir sampai dengan Karawang Barat mencapai 57,46 km/jam. Sebelumnya, hanya 41,96 km/jam, kecepatan ini meningkat 36,94%.

Oleh karena itu, Jasamarga  berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan seperti pemeliharaan rambu, pemeliharaan marka, pemeliharaan expansion joint, menetapkan kendaraan operasional seperti patroli dan derek, hingga meningkatkan pembangunan emergency plan.

Reporter: Annisa Rizky Fadila

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait