Nissan Note Hybrid Laku di Jepang, Ini Jajaran Mobil Listrik di RI

Mobil hybrid pabrikan Nissan, Note e-POWER laris di negara asalnya. Lalu, apa saja mobil listrik yang telah beredar di tanah air?
Image title
2 Februari 2021, 17:16
mobil listrik, mobil hybrid,
Arief Kamaludin|KATADATA
Mobil listrik Nissan E-Power di acara GIIAS 2017, Tangerang, Banten, Kamis (10/8).

Mobil listrik Nissan Note e-POWER laris manis di negara asalnya, Jepang. Sejak resmi diluncurkan pada akhir Desember 2020, penjualan mobil listrik hybrid ini menembus angka 20 ribu unit atau lebih dari dua kali lipat target penjualan bulanan sebanyak 8 ribu unit.

Mobil ini diterima dengan sangat baik di pasar otomotif Jepang karena memiliki akselerasi yang halus serta deselerasi yang stabil, suasana kabin yang senyap. Adapun 80% penjualan Nissan Note e-POWER merupakan varian tertingginya yakni Note X.

“Note memainkan peran penting terhadap transformasi bisnis global Nissan. Pada akhir 2023, Nissan menargetkan untuk menjual lebih dari satu juta unit mobil listrik murni dan e-POWER setiap tahunnya,” tulis Nissan Global dalam siaran pers.

Nissan Note X merupakan mobil listrik hybrid bermesin e-POWER yang merupakan kombinasi antara mesin pembakaran internal berbahan bakar minyak (bbm) dengan motor listrik.

Berbeda dengan mobil hybrid lainnya, mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) e-POWER hanya berfungsi sebagai pengisi daya baterai listrik lithium ion yang menjadi sumber tenaga motor listrik. Sehingga  mobil ini tidak membutuhkan pengisi daya listrik eksternal.

Ada tiga mode berkendara mobil Nissan e-POWER, yakni EV Mode, murni mobil listrik di mana mesin ICE tidak menghasilkan tenaga listrik; S Mode, mesin ICE menghasilkan energi listrik untuk meningkatkan performa motor listrik, serta ECO Mode yang mengoptimalkan kinerja  mesin untuk efisiensi maksimal.

Nissan Note e-POWER sementara ini belum masuk ke Indonesia. Namun Nissan mengklaim mobil ini sangat cocok untuk pasar tanah air karena kondisi pasokan listrik dan fasilitas pengisi daya mobil listrik yang belum merata.

Namun Nissan telah meluncurkan mobil dengan teknologi e-Power di Indonesia pada September 2020, yakni Nissan Kicks yang dibanderol mulai Rp 451 juta per unit on the road (OTR).

Jenis-Jenis Mobil Listrik

Era mobil listrik baru saja dimulai di Indonesia. Namun harganya yang masih relatif tinggi menjadi salah satu penghalang mobil ramah lingkungan ini beredar lebih banyak di jalan raya. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) penjualan mobil listrik pada 2020 hanya 1.235 unit.

Berdasarkan mesinnya ada tiga jenis mobil listrik yakni hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan murni listrik atau battery electric vehicle (BEV).

Mobil hybrid merupakan mobil yang berpenggerak mesin pembakaran internal dan motor listrik. Motor listrik menjadi penggerak utama ketika mobil berjalan lambat, dan ketika mobil berakselerasi mesin pembakaran internal yang menjadi penggerak utamanya sembari mengisi ulang baterai.

Untuk mobil hybrid sepanjang tahun lalu terjual sebanyak 1.104 unit. Mobil besutan Toyota, Corolla Cross Hybrid menguasai pasar dengan penjualan 652 unit yang diikuti Nissan Kicks e-POWER 153 unit, Toyota Camry Hybrid 130 unit, Toyota C-HR Hybrid 126 unit, Toyota Corolla Altis Hybrid 41 unit, Toyota Prius 1 unit, dan BMW i8 satu unit.

Corolla Cross hybrid mulai Rp 510,6 juta, Corolla Altis Hybrid mulai Rp 591,6 juta, C-HR Hybrid Rp 559,1 juta, dan Camry Hybrid Rp 848,5 juta, dan Prius Rp 635,9 juta. Sedangkan BMW i8 dijual mulai Rp 3,62 miliar.

Sementara mobil PHEV menambahkan fitur pengisi daya eksternal, pada mobil hybrid,  sehingga semakin meningkatkan efisiensi konsumsi bbm-nya. Saat ini di Indonesia hanya ada satu produk PHEV yakni Mitsubisih Outlander yang terjual sebanyak enam unit.

Outlander dibanderol mulai Rp 1,31 miliar per unitnya. Selain Mitsubishi, Toyota juga baru meluncurkan Prius versi PHEV untuk pasar Indonesia pada Maret 2020 dengan harga Rp 884 juta OTR.

PELUNCURAN KENDARAAN LISTRIK SEBAGAI KENDARAAN OPERASIONAL KEMEN
Mobil listrik Hyundai menjadi kendaraan operasional kementerian. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.)

 

Adapun mobil yang paling ramah lingkungan yakni mobil listrik murni atau BEV yang berbahan bakar baterai. Mobil ini tidak lagi menggunakan BBM, melainkan baterai listrik yang menjadi sumber tenaga motor listriknya.

Di dalam negeri ada beberapa jenis mobil jenis ini, namun dengan harga yang mencapai lebih darii Rp 1 miliar. Namun menjelang akhir tahun 2020, Hyundai Motors Indonesia (HMID) meluncurkan 2 mobil listriknya dengan harga yang sangat kompetitif di bawah Rp 700 juta. Padahal mobil hybrid seperti Toyota Camry Hybrid dibanderol lebih dari Rp 800 juta.

Penjualan mobil listrik murni BEV di dalam negeri sepanjang 2020 mencapai 125 unit. Jumlah tersebut didominasi oleh dua mobil pabrikan Hyundai, yakni Ioniq Electric dan Kona Electric, masing-masing 81 unit dan 38 unit. Sisanya disumbangkan BMW i3S sebanyak 5 unit, dan Lexus UX 300e 1 unit.

Hyundai Ioniq Electric dijual mulai Rp 637 juta, sedangkan Kona Electric mulai Rp 697 juta. BMW i3s dibanderol mulai Rp 1,35 miliar, sedangkan Lexus UX 300e dihargai Rp 1,24 miliar.

Video Pilihan

Artikel Terkait