Kasus Covid-19 RI Tambah 5.826 Orang, 55% di Jakarta dan Jabar

Pemerintah juga mengumumkan penerima vaksin Covid-19, baik dosis pertama maupun kedua, bertambah sebanyak 336.492 orang.
Happy Fajrian
7 Maret 2021, 19:53
tambahan kasus covid-19. vaksinasi covid-19, covid-19
ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah/agr/rwa.
Pedagang mendaftarkan diri untuk vaksinasi COVID-19 di Pasar Rakyat Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (4/3/2021).

Pemerintah mengumumkan tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 5.826 orang pada Minggu (7/3). Dengan demikian jumlah yang terinfeksi sejak virus corona pertama kali ditemukan di negeri ini pada Maret 2020 mencapai 1.379.662 orang.

Adapun tambahan jumlah kasus positif baru tersebut berasal dari pemeriksaan terhadap 29.884 orang dengan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 43.900. Sehingga tingkat positif Covid-19 hari ini mencapai 19,5%.

Dari tambahan tersebut, dua daerah menyumbang tambahan kasus paling tinggi, yakni DKI Jakarta dengan 1.834 kasus dan Jawa Barat 1.366 kasus. Dua daerah ini menyumbang hingga 54,9% dari total tambahan kasus baru hari ini.

Sementara itu pasien yang sembuh bertambah 5.146 menjadi 1.194.656 orang, sedangkan pasien yang meninggal bertambah 112 orang menjadi 37.226. DKI Jakarta menyumbang paling banyak tambahan pasien sembuh maupun kematian, dengan 1.826 sembuh dan 45 orang meninggal.

Advertisement

Dengan tambahan kasus, pasien sembuh dan yang meninggal tersebut, kasus aktif Covid-19 di Indonesia per hari ini menjadi 147.740 orang atau bertambah 568. Kementerian Kesehatan pun mencatat masih ada 67.659 orang suspect kasus Covid-19.

Kemenkes juga melaporkan bahwa hingga hari ini pukul 12.00 sudah melakukan vaksinasi kepada 2.888.757 orang, bertambah 336.492 dalam sehari untuk vaksinasi dosis pertama.

Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua sudah dilakukan kepada 1.133.787 orang, bertambah 3.263 dalam sehari. Sebagian besar penambahan jumlah vaksinasi hari ini merupakan tenaga kesehatan, yakni sekitar 308 ribu orang.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyatakan bahwa semua vaksin virus corona yang ada saat ini masih efektif untuk melawan Covid-19. Pasalnya vaksin dibuat untuk membentuk antibodi yang mampu merespons smua jenis protein yang ada dalam virus.

Saat ini telah ditemukan beberapa jenis mutasi virus corona yang membuatnya menjadi lebih menular yakni varian B117 yang berasal dari Inggris dan varian B1351 dari Afrika Selatan.

Pemerintah pun terus berupaya untuk mempercepat proses vaksinasi demi tercapainya kekeballan komunal atau herd Immunity. Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa untuk itu pemerintah akan menambah lokasi penyuntikan.

"Kami akan lakukan akselerasi secara bertahap dengan membuka outlet-outlet,” ujar Nadia dalam Katadata Forum Virtual Series "Percepat Vaksinasi Menuju Herd Immunity" pada Jumat (5/3).

Dengan cara tersebut, Nadia berharap jumlah orang yang disuntik semakin banyak. Adapun pemerintah menargetkan bisa menyuntikkan 200 ribu dosis vaksin per hari pada bulan ini. Kemudian, meningkat menjadi 500 ribu dosis per hari mulai April 2021.

Pada semester kedua tahun ini ditargetkan bisa tercapai penyuntikan 1-1,5 juta dosis vaksin per hari. Hal itu dilakukan agar target vaksinasi 140 juta orang pada paruh kedua tahun ini bisa tercapai. Sehingga proses vaksinasi 181,5 juta orang sesuai target pemerintah tercapai pada Desember 2021.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait