Siapkan Sanksi, Pertamina Kebut Investigasi Kebakaran Kilang Balongan

Pertamina menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap insiden yang terjadi di lingkungannya, termasuk pada insiden kebakaran di Kilang Balongan.
Image title
1 April 2021, 17:21
pertamina, kilang balongan, kebakaran kilang balongan
ANTARA FOTO/Humas Pertamina/Priyo Widianto/Handout/DA/wsj.
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api di lokasi insiden terbakarnya tangki penyimpan BBM di Kilang Balongan RU VI, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (31/3/2021). Pertamina RU VI dan Unit RU yang ada di Indonesia bersama petugas DInas Pemadam Kebakaran Cirebon berupaya memadamkan sisa api yang masih membakar salah satu tangki.

Pertamina bakal menjatuhkan sanksi tegas bila menemukan unsur kelalaian dalam insiden kebakaran tangki T-301 di area Kilang Balongan. Perusahaan energi pelat merah ini akan mempercepat proses investigasi penyebab insiden tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto, sesuai arahan Dewan Komisaris Pertamina pada rapat koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi pagi hari ini, Kamis (1/4).

Menurut Agus, keputusan tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina dalam penerapan prinsip zero tolerance terhadap setiap insiden yang terjadi di lingkungan Pertamina. Oleh karena itu, sesuai kebijakan direksi dan arahan dewan komisaris, Pertamina mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang.

Pasca pemadaman, perusahaan pelat merah ini juga memastikan kilang Balongan akan segera dioperasikan kembali. "Manajemen akan memberikan sanksi tegas bila ditemukan ada unsur kelalaian dalam insiden ini,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4).

Lebih lanjut, Agus mengatakan, sejak insiden terjadi, Pertamina telah membentuk tim investigasi internal yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Pertamina membuka seluas-luasnya akses kepada aparat untuk menginvestigasi.

Tim ini nantinya akan berkoordinasi dengan pihak aparat untuk melakukan investigasi hingga tuntas. "Dewan komisaris dan Direksi tidak mentolerir jika ada kelalaian di lapangan," ujarnya.

Seperti diketahui, dugaan penyebab terbakarnya tangki di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (29/3) lalu mulai menemui titik terang. Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan penyebabnya adalah retakan pada tangki yang menyebabkan kebocoran.

Ahok menyampaikan hal tersebut seusai menggelar rapat internal pada hari ini, Kamis (1/4). Ia pun masih akan terus mendalami kasus ini lebih jauh. "Tangki ada retakan vertikal jadi bocor," kata Ahok kepada Katadata.co.id.

Menurut Ahok proses investigasi gabungan pun masih akan terus berlanjut untuk mencari penyebab terjadinya retakan. Pasalnya, sertifikat layak fungsi dan catatan perawatan (maintenance) pada tangki sudah lengkap. "Harus ada investigasi buat temukan kenapa bisa ada retak," kata dia.

Selain itu, mengingat banyaknya korban yang berjatuhan berasal dari masyarakat sekitar, Ahok menilai seharusnya Pertamina sudah mempertimbangkan jarak minimum keberadaan kilang dengan permukiman jika semua prosedur diikuti.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kecamatan Balongan yang menjadi lokasi kilang memiliki populasi 46,2 ribu jiwa yang berpotensi terdampak kebakaran. Simak databoks berikut:

Reporter: Verda Nano Setiawan
Video Pilihan

Artikel Terkait