PLN Raih Kontrak Pemeliharaan Listrik di Kuwait Senilai Rp 367 Miliar

Entitas cucu PLN, PT Cogindo Daya Bersama telah menandatangani konrak operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi listrik di Kuwait.
Image title
2 April 2021, 09:05
pln, kuwait,
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Ilustrasi.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperlebar sayap bisnis kelistrikannya di luar negeri melalui entitas cucunya PT Cogindo Daya Bersama (Cogindo). Cogindo menandatangani kontrak operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi ketenagalistrikan di Kementerian Listrik dan Air Kuwait senilai US$ 25,3 juta atau Rp 367,5 miliar.

Penandatanganan diwakili oleh NAPCO sebagai perusahaan lokal dan juga mitra Cogindo dalam proyek di Negeri Teluk tersebut serta disaksikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Kuwait, Tri Tharyat, Kamis (1/4).

Tri Tharyat mengatakan keberhasilan Cogindo diharapkan membuka pintu investasi BUMN dan perusahaan Indonesia sekaligus mendukung peningkatan tenaga kerja terampil dan ahli Indonesia di Kuwait.

"Saya berharap proyek berjalan dengan baik yang akan menjadi catatan positif bagi Pemerintah Kuwait atas kinerja perusahaan RI," kata Tri dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4).

Dia pun mengapresiasi atas keberhasilan Cogindo yang telah resmi berekspansi, dan berharap langkah ini menjadi yang pertama dan dapat diikuti oleh perusahaan lain di Indonesia. "Pak Menteri dari Kuwait tidak bisa hadir langsung namun beliau menegaskan bahwa proyek ini yang pertama namun bukan yang terakhir," ujarnya.

Direktur Utama Cogindo, Ade Hendratno mengatakan kontrak ini menjadi bukti bahwa Indonesia dapat bersaing di pasar global. "Ini menjadi sangat prestisius apalagi di tengah situasi perekonomian yang terkontraksi akibat pandemi Covid-19, Cogindo justru mampu melakukan pengembangan bisnis ke pasar global,” ujarnya.

Melalui kontrak ini, Cogindo akan memelihara jaringan distribusi listrik di seluruh wilayah Kuwait yang memiliki luas 17.818 km2, atau separuh dari luas Provinsi Jawa Barat 35.378 km2. Kontrak berdurasi 36 bulan ini akan membutuhkan sekitar 300 tenaga kerja.

Kuwait menjadi negara strategis sebagai pintu masuk negara-negara di kawasan Teluk Persia. Hubungan bilateral dan pengalaman menyelesaikan proyek di Negara Teluk menjadi syarat penting dalam ekspansi pasar ke Timur Tengah.

Cogindo harus menggandeng perusahaan lokal NAPCO, yang sudah terdaftar di Kementerian Ketenagalistrikan dan Air (Ministry of Electricity & Water) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kuwait. Ini menjadi salah satu syarat untuk mengerjakan proyek ini.

Mayoritas saham (99,9%) Cogindo dikuasai oleh PT Indonesia Power yang merupakan entitas anak PLN, yang menjalankan bisnis operasi dan pemeliharaan pembagkit listrik, suplai energi, jasa maintenance, repair and overhaul (MRO) komponen pembangkit, serta pelayanan gas diesel engine.

NAPCO sendiri merupakan perusahaan lokal Kuwait yang melayani berbagai industri termasuk minyak dan gas bumi, petrokimia, energi terbarukan, air, dan proyek infrastruktur. NAPCO terlibat dalam proses administrasi, sedangkan pekerjaan utama dikerjakan langsung oleh Cogindo.

"Proses tender di Kuwait sangat kompetitif dan diikuti oleh perusahaan multinasional berskala besar. Dengan menangnya Cogindo, Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk ekspansi pasar ke Kuwait," ujar Ade.

PLN melalui Cogindo telah membidik pasar global dalam dua tahun terakhir. Tidak hanya Kuwait yang akan menjadi pintu masuk Negara Teluk atau Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), Cogindo juga membidik Vietnam sebagai pintu masuk pasar ASEAN.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Video Pilihan

Artikel Terkait