MIND ID Dukung Smelter Freeport di Halmahera, Diputuskan Pasca-Lebaran

Ada dua opsi lokasi pembangunan smelter Freeport yakni di Halmahera, Maluku Utara, bekerja sama dengan Tsingshan Steel, dan di JIIPE, Gresik.
Image title
7 Mei 2021, 18:43
smelter freeport, mind id, lokasi smelter freeport
www.npr.org
Tambang Freeport.

Holding BUMN Pertambangan Mind ID alias PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) bakal segera memutuskan lokasi pembangunan pabrik peleburan atau smelter tembaga PT Freeport Indonesia.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan lokasi pembangunan smelter Freeport ada dua opsi. Pertama, di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Kedua, di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.

Orias bercerita di tengah proses pembangunan smelter yang berlokasi di JIIPE. Freeport Indonesia mendapat tawaran dari Tsingshan Steel untuk bekerja sama membangun smelter di Halmahera yang disebut lebih cepat dan murah dibandingkan JIIPE.

MIND ID dan Freeport hingga kini masih berdiskusi dengan Tsingshan Steel terkait proyek smelter tersebut. "Setelah lebaran semoga ini bisa diputuskan dimana. Keduanya masing masing punya kekurangan dan kelebihannya," ujar Orias kepada Katadata.co.id, Jumat (7/5).

Advertisement

Orias sebelumnya mendukung rencana Freeport menggandeng Tsingshan Steel. Dengan syarat, biaya pembangunannya lebih kecil dibandingkan hitungan awal.

Pasalnya, dari investasi sebesar US$ 3 miliar untuk membangun smelter di Gresik, MIND ID selaku induk usaha harus menanggung beban US$ 1,2 miliar hingga US$ 1,5 miliar. “Jadi, kami mendukung (smelter di Halmahera). Tapi saat ini semua masih dalam tahap awal pembicaraan,” kata Orias.

Belum adanya kejelasan lokasi smelter Freeport menurut Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) akan membuat penyelesaian pembangunan smelter menjadi semakin molor. Ketua Perhapi Rizal Kasli pun mendesak agar pemerintah segera menentukan lokasinya.

Menurut Rizal jika pembangunannya semakin molor dari jadwal yang sudah direncanakan maka dikhawatirkan akan membuka celah ekspor konsentrat. "Karena tidak tertampung di dalam negeri," ujar dia kepada Katadata.co.id, Rabu (5/5).

Oleh karena itu dia meminta agar semua pihak yang terlibat dapat duduk bersama untuk mendiskusikan hal ini. Terutama untuk mencari permasalahan yang masih mengganjal. Ia juga berharap supaya pemerintah memberikan kemudahan, khususnya dalam hal perizinan.

Selain itu, MIND ID mempunyai peran penting dalam pelaksanaan proyek ini, mengingat secara jangka panjang smelter tersebut akan memberikan nilai tambah kepada komoditas tembaga di Indonesia.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait