Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Listrik Jawa-Bali Aman Saat Lebaran

Image title
11 Mei 2021, 17:34
listrik, jawa bali, lebaran,
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.
Pekerja beraktivitas di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) transmisi Jawa bagian timur dan Bali di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (8/4/2020).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan listrik menjelang Lebaran atau hari raya Idul Fitri 1442 H aman dan mencukupi. Kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem Jawa-Bali berada pada kondisi normal.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan berdasarkan pengalaman sebelumnya, beban listrik Jawa-Bali saat Lebaran diprediksi menurun seiring dengan berkurangnya aktivitas industri. Namun pemerintah tetap memastikan keandalan listrik.

"Kecenderungan beban puncak menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya karena berkurangnya aktivitas industri," ujar Rida dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5).

Kementerian ESDM sendiri telah membentuk Pos Komando (Posko) pemantauan kondisi sektor ESDM. Khususnya di sub sektor ketenagalistrikan secara virtual berkoordinasi dengan PLN sejak 6 Mei 2021 hingga 21 Mei 2021.

"Melalui penugasan kepada Inspektur Ketenagalistrikan kami juga siap mengantisipasi kejadian khusus selama periode Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman," kata Rida.

Menurut Rida secara umum pasokan daya listrik di seluruh Indonesia pada 22 sistem kelistrikan dalam kondisi cukup dan aman. Berdasarkan laporan Posko tanggal 10 Mei 2021 atau H-3 Idul Fitri, periode beban puncak siang hari, keseluruhan sistem dalam kondisi aman.

Secara keseluruhan Daya Mampu Pasok Nasional sebesar 41.559,91 megawatt (MW) dan Beban Puncak sebesar 28.060,50 MW. Sehingga Kapasitas Cadangan Daya Nasional sebesar 13.499,42 MW, atau sebesar 48,11%.

"Khusus sistem kelistrikan Jawa Madura Bali diperkirakan pada periode Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi normal dengan cadangan daya pembangkit lebih besar dari kapasitas unit terbesar sistem yaitu PLTU Jawa-7," ujarnya.

Rida berharap PLN dapat memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan, meliputi kesiapan unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik.

PLN juga diminta menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuaIi pekerjaan darurat seperti perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan. Serta menjaga kontinuitas pasokan listrik di lokasi-lokasi prioritas seperti tempat ibadah utama, bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, jalan nasional, rumah sakit.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan pasokan listrik aman jelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya PLN telah menyiagakan personil dan posko siaga di seluruh unit PLN di Indonesia.

Advertisement

PLN menyiapkan 2.327 posko siaga, 31.000 personil, 4.591 unit kendaraan yang siap bertugas 24 jam untuk menjaga keandalan pasokan listrik yang tersebar di seluruh Indonesia. "Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kami komitmen terus siaga menjaga pasokan listrik, khususnya untuk libur Idul Fitri 1442 H," kata Zulkifli.

Sebelumnya PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) memproyeksikan kenaikan konsumsi listrik sebesar 2% pada saat hari raya Idul Fitri tahun ini. Kenaikan disebabkan kebijakan larangan mudik Lebaran.

General Manager PLN Disjaya Doddy B Pangaribuan mengatakan beban puncak pada hari H lebaran di Jakarta akan berada pada angka 3.103 megawat (MW) atau 3,1 gigawat (GW). Prediksi angka konsumsi ini meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3.038 MW.

Sama dengan hari pertama, pada hari kedua Lebaran (14 Mei 2021) PLN Disjaya memproyeksikan beban puncak listrik mencapai 3.074 MW. Dengan kenaikan yang sama sebesar 2% dari yang sebelumnya 3.009 MW.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait