Cegah Penularan, Satgas Covid-19 Ingatkan Pemudik Karantina Mandiri

Satgas Covid-19 meminta para pemudik yang datang dari kampung halaman untuk karantina mandiri selama lima hari mencegah penularan dan lonjakan kasus Covid-19.
Image title
18 Mei 2021, 19:14
karantina mandiri, covid 19, satgas covid 19,
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Pengemudi ojek daring melintas di dekat spanduk penolakan warga terhadap pemudik di Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021).

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengimbau kepada seluruh pelaku perjalanan atau pemudik yang kembali dari kampung halaman untuk melakukan karantina mandiri selama lima hari. Ini demi mengantisipasi penularan Covid-19.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pelaku perjalanan untuk melakukan karantina 5 x 24 jam setelah kembali dari kampung halaman,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 secara virtual, Selasa (18/5).

Wiku menambahkan bahwa karantina merupakan upaya yang sangat penting untuk dilakukan demi mencegah terjadinya transmisi penularan Covid-19 kepada orang-orang terdekat. Ia pun mengingatkan agar Satgas Covid-19 di daerah mengoptimalisasi Posko Penanganan Covid-19 untuk karantina pelaku perjalanan mudik lebaran.

“Segera data dan laporkan serta pastikan seluruh pelaku perjalanan melakukan karantina mandiri. Selain itu, segera koordinasikan dengan fasilitas kesehatan apabila ditemukan kasus positif Covid-19 sehingga dapat segera diambil langkah penanganan,” katanya.

Advertisement

Wiku mengungkapkan bahwa efek dari libur lebaran dan mudik dapat dilihat dalam rentang waktu dua hingga tiga minggu setelah periode tersebut. Dia meminta masyarakat tidak terlena dengan data penurunan kasus Covid-19.

Pada pengalaman sebelumnya, momen libur panjang selalu berdampak pada penambahan kasus positif Covid-19. Hal ini juga berlaku untuk periode libur panjang dan mudik Lebaran.

"Untuk itu, jangan terlena dengan kasus positif dan kematian yang menurun di minggu lalu. Kepada seluruh anggota masyarakat yang baru saja kembali dari berpergian, mohon sekali lagi agar melakukan karantina mandiri 5 x 24 jam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitar kita," ujarnya.

Kasus positif dan kematian Covid-19 di Indonesia saat ini didominasi provinsi di luar Jawa, kecuali Jawa Tengah. Meskipun terjadi penurunan kasus positif dan kematian mingguan, masing-masing 28,4% dan 11,1% dibandingkan Minggu sebelumnya.

Meski demikian, ada lima provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi sepanjang pekan lalu, yakni Jawa Tengah (148), Kepulauan Riau (57), Sumatera Utara (38), Sulawesi Utara (18), dan Sulawesi Barat (5).

Wiku juga melaporkan lima provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi, yaitu Sulawesi Utara (24), Kalimantan Tengah (19), Jawa Tengah (19), Kepulauan Riau (13), dan Lampung (12).

Oleh karena itu, ia meminta hal ini menjadi perhatian bagi provinsi yang mengalami kenaikan positif Covid-19 tertinggi untuk meningkatkan penanganan Covid-19. "Provinsi-provinsi ini mengalami kenaikan kasus bahkan sebelum terjadinya efek libur dan mudik lebaran,” ujarnya.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait