Bisnis Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Kuartal I Lampaui Target

Kinerja bisnis pengolahan dan petrokimia Pertamina berhasil lampaui target pada produksi produk bernilai tinggi sehingga meningkatkan profitabilitas.
Happy Fajrian
19 Mei 2021, 14:39
petrokimia pertamina, kinerja kuartal i 2021
Katadata | Dok.
Kilang Pertamina.

Perusahaan subholding untuk bisnis kilang pengolahan dan petrokimia Pertamina, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), sukses meraih kinerja operasi di atas target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) pada tiga bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama KPI Djoko Priyono mengatakan ada sejumlah faktor yang mendorong kinerja positif tersebut, yakni optimasi kilang dan efisiensi biaya operasional.

“Optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi sesuai dengan pergerakan crack spread. Optimasi juga dilakukan pada proses pengadaan minyak mentah,” ujar Djoko melalui keterangan tertulis yang diterima Katadata.co.id, Rabu (19/5).

Sebagai informasi, crack spread yaitu perbedaan antara harga minyak mentah sebagai bahan baku dan harga produk yang dihasilkan kilang. Djoko menambahkan bahwa KPI mendapat fleksibilitas mengolah minyak mentah bagian negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik.

Upaya optimasi ini menurut Djoko berhasil menjadikan imbal hasil produk atau yield valuable product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia, realisasinya di atas 79%, lebih tinggi daripada target RKAP sekitar 78%.

Selain itu, “Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100%, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99%,” terang Djoko.

Faktor kedua terkait efisiensi biaya operasi kilang, Djoko melanjutkan, pemakaian energilah yang dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP. Indeks intensitas penggunaan energi untuk produksi di kilang atau energy intensity index (EII) 108,6 atau lebih rendah daripada RKAP 109.

Perlu diketahui, untuk angka realisasi EII, semakin kecil semakin baik yang berarti konsumsi energi untuk produksi lebih efisien.

Kinerja positif KPI juga tak lepas dari dukungan mitra bisnisnya seperti PT Pertamina Patra Niaga yang telah menjual produk BBM hasil produksi Kilang Pertamina, serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang telah memasok gas alam ke kilang-kilang Pertamina untuk proses produksi.

“Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh mitra bisnis yang telah mendukung pencapaian kinerja positif PT KPI,” kata Djoko.

Sebelumnya Pertamina Patra Niaga melakukan penjualan perdana 3.000 metrik ton (MT) produk metanol kepada produsen biodiesel di Kalimantan Selatan. Pertamina Patra Niaga memproyeksikan penjualan produk metanol tahun ini bisa mencapai 50.000 MT.

Vice President Petrochemical Industry Business Pertamina PatraNiaga Regional Kalimantan, Oos Kosasih mengatakan bahwa potensi pasar produk petrokimia masih sangat besar, tidak hanya metanol. “Kami yakin pertamina siap memenuhi kebutuhan ini,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait