Qatar Hibahkan Rp 7,2 Triliun untuk Pembangunan Kembali Jalur Gaza

Selain Qatar Mesir juga dikabarkan memberi hibah dengan jumlah yang sama untuk rekonstruksi Jalur Gaza.
Image title
27 Mei 2021, 07:51
jalur gaza, palestina, qatar, hibah
ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/RWA/sa.
Warga Palestina duduk di tenda darurat di tengah puing-puing rumah mereka yang dihancurkan oleh serangan udara Israel selama pertempuran Israel-Hamas di Gaza, Minggu (23/5/2021).

Pemerintah Qatar menghibahkan US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun untuk pembangunan kembali Jalur Gaza yang luluh lantak pasca 11 hari konflik bersenjata antara Israel dan pejuang Palestina, Hamas.

“Qatar mengumumkan US$ 500 juta untuk mendukung pembangunan kembali Gaza,” kata Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani melalui sebuah cuitan di Twitter, seperti dikutip Al Jazeera pada Kamis (27/5).

Dia menambahkan bahwa Qatar akan terus mendukung upaya Palestina untuk mencapai solusi yang adil dan langgeng dengan Israel untuk mendirikan negara yang merdeka.

Qatar sering bertindak sebagai penengah antara Israel dan Hamas, kelompok di Palestina yang menguasai kawasan Jalur Gaza sejak 2007. Negara teluk ini telah menyumbangkan ratusan juta dolar dalam bentuk bantuan kemanusiaan untuk mendukung gencatan senjata.

Adapun hibah tersebut Qatar ini bertujuan untuk membantu warga Gaza menghadapi kesulitan akibat serangan Israel dan untuk membangun kembali fasilitas layanan umum dan perumahan.

Baku tembak terburuk dalam beberapa tahun antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina pada 10 Mei 2021. Konfilk terjadi di daerah pendudukan setelah pasukan Israel menangkap pengunjuk rasa di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem, situs tersuci ketiga Islam, yang juga dipuja oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount.

Menurut otoritas kesehatan di Gaza, selama 11 hari pertempuran, serangan udara dan tembakan artileri Israel ke Gaza telah menewaskan 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.900 orang.

Sementara petugas medis Israel mengklaim sedikitnya 12 orang, termasuk dua anak, tewas di Israel akibat serangan roket dan tembakan lainnya dari kelompok bersenjata di Gaza. Sekitar 357 orang di Israel terluka dalam serangan itu.

Upaya diplomatik sedang dilakukan untuk memperkuat gencatan senjata. Pekan lalu Mesir juga menjanjikan US$ 500 juta untuk rekonstruksi Jalur Gaza, di mana serangan udara Israel menyebabkan kerusakan yang sangat luas, merusak infrastruktur dan meratakan bangunan.

Konflik bersenjata antara Palestina dan Israel telah merenggut ribuan korban jiwa. Menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 5.590 penduduk Palestina dan 251 warga Israel tewas sepanjang 2008-2020.

Adapun konflik yang merenggut korban dengan kematian terbanyak terjadi pada 2014. Saat itu 2.327 jiwa warga Palestina dan 88 warga Israel tewas. Simak databoks berikut:

Kala itu, Israel melakukan Operasi Perlindungan Tepi (Operation Protective Edge) di Gaza sebagai respons terhadap penculikan dan pembunuhan tiga remaja oleh kelompok Hamas.

Ketegangan Israel dan Palestina kembali menjadi sorotan dunia setelah konflik kian memanas bulan ini. Kedua pihak saling melancarkan serangan udara. Bentrokan antara warga Palestina dengan polisi Israel tak terelakkan karena ancaman pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah pada Jumat (14/5) lalu, wilayah yang juga diklaim para pemukim Yahudi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait