PLN Targetkan Akuisisi Pembangkit Listrik Blok Rokan Rampung Juli

PLN tengah bernegosiasi dengan Chevron Standard Limited sebagai pemegang saham mayoritas MCTN yang mengelola pembangkit listrik di Blok Rokan.
Image title
28 Juni 2021, 15:26
pln, blok rokan, pembangkit listrik blok rokan, pembangkit listrik chevron
Katadata
Ilustrasi.

PLN memastikan proses akuisisi saham di PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) akan rampung pada pertengahan Juli mendatang. MCTN merupakan pengelola pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) di Blok Rokan.

Perusahaan setrum pelat merah ini berencana untuk membeli 100% saham MCTN. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Syahril mengatakan diskusi dengan Chevron Standard Limited (CSL), selaku pemilik saham mayoritas MCTN, terkait harga masih berlangsung.

Namun dia optimis sebelum akhir Juli kesepakatan akan tercapai. "Masih berproses. Minimal dua minggu sebelum akhir juli sudah tanda tangan. Artinya sebelum itu," kata Bob kepada Katadata.co.id, Senin (28/6).

Setelah keduanya cocok mengenai harga, PLN akan masuk untuk mempersiapkan suplai ke Blok Rokan. Kemudian melakukan sinkronisasi perizinan dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Advertisement

Menurut Bob dengan akuisisi saham penuh ini, nantinya MCTN akan menjadi anak usaha PLN. Sehingga ia memastikan tidak ada perubahan operator pada pengelolaan dari pembangkit itu. "Insya Allah pekerjanya akan tetap menjadi pekerja MCTN, yang menjadi anak usaha dari PLN," ujarnya.

Adapun komposisi kepemilikan saham MCTN awalnya 47,5% dikuasai Chevron Inc, 47,5% oleh Texaco Inc, dan 5% PT Nusa Galih Nusantara. Pada 2001, Chevron dan Texaco bergabung. Alhasil, kepemilikan sahamnya menjadi 95% oleh Chevron Standard Limited (CSL) dan 5% PT Nusa Galih Nusantara.

Sebelumnya Bob memastikan pembelian 100% saham MCTN, tak akan memberatkan keuangan perusahaan. Keputusan akuisisi ini sudah melalui proses pertimbangan yang matang.

Menurut dia perusahaan telah mempertimbangkan untuk segera mengakuisisi pembangkit listrik berteknologi cogeneration (cogen) berkapasitas 300 megawatt (MW). Sayangnya PLN tak dapat membeberkan lebih jauh mengenai progres yang saat ini tengah berjalan.

Kedua belah pihak telah menandatangani surat perjanjian kerahasiaan dalam hal investasi atau non-disclosure agreement. "PLN sudah mempertimbangkan. Saat ini masih proses negosiasi. Karena ada kesepakatan non-disclosure, mohon maaf belum dapat kami sampaikan," kata dia.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan berharap proses diskusi antara CSL dengan PLN dapat menguntungkan kedua belah pihak. Sehingga jangan sampai pembelian saham ini memberatkan keuangan PLN.

Apalagi, PLN sendiri telah melakukan perjanjian jual beli listrik dan gas dengan PHR. Oleh karena itu Mamit berharap supaya negosiasi yang dilakukan PLN untuk pembelian saham dapat segera tuntas.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait