Ekonomi Menggeliat pada Semester I, Penjualan Listrik PLN Naik 4,9%

PPKM darurat diperkirakan tidak signifikan mempengaruhi penjualan listrik sepanjang tahun ini.
Image title
14 Juli 2021, 14:32
penjualan listrik, pln, listrik, covid 19, ppkm darurat
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.
Warga memasukkan pulsa token listrik di rumahnya di Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (5/4/2020).

PLN atau Perusahaan Listrik Negara mencatat penjualan listrik tumbuh 4,88% pada semester I tahun ini menjadi 124 terawatt hour (TWh) dibandingkan periode sama tahun lalu. Pencapaian ini seiring dengan tren pemulihan ekonomi pada paruh pertama tahun ini, meski treancam kembali tertekan oleh penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sejak awal Juli lalu.

Beberapa waktu lalu perusahaan setrum pelat merah ini sempat mengalami tekanan yang cukup berat imbas pandemi Covid-19 yang membuat penjualan listrik turun secara nasional.

"Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun lalu telah berdampak cukup signifikan bagi penjualan listrik perusahaan. Misalnya pada tahun lalu penjualan listrik PLN mengalami kontraksi minus 0,79% dibandingkan dengan capaian 2019," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril kepada Katadata.co.id, Rabu (14/7).

Meski demikian, Bob memproyeksikan, dengan melihat tren dan harapan dari PPKM darurat sukses dijalankan, penjualan listrik pada tahun ini akan tumbuh di atas 4,5% dibandingkan penjualan tahun lalu.

Advertisement

Dia pun optimistis PPKM darurat tak akan memukul konsumsi listrik cukup signifikan. Namun secara umum yang akan terpengaruh adalah di sektor bisnis dan gedung pemerintahan. "Harapannya dengan peningkatan pemakaian di sektor residensial dan industri dapat menutupinya," kata Bob.

Seperti diketahui, penjualan listrik PLN pada tahun lalu turun di tengah pandemi Covid-19. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana sebelumnya mengatakan pandemi telah menyebabkan konsumsi listrik turun signifikan.

Seperti DKI Jakarta dan Tangerang yang mengalami penurunan konsumsi listrik yang cukup drastis. Simak databoks berikut:

Kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat akibat virus corona membuat industri dan bisnis mengurangi aktivitas usahanya. Dampaknya, penjualan listrik pun menurun. "Pertumbuhan konsumsinya hanya 0,61%. Padahal, angka normalnya di 4,5%," kata dia tahun lalu.

Hingga September 2020, penjualan listrik tercatat sebesar 179,82 terawatt hour (TWh) dibanding 178,72 terawatt hour per akhir September 2019. Konsumsi pelanggan bisnis komersial terkoreksi dari 32,55 terawatt hour di Januari hingga September 2019 menjadi 30,10 terawatt hour pada periode yang sama tahun ini.

Untuk konsumsi listrik pelanggan industri turun dari 54,9 terawatt hour menjadi 52,45 terawatt hour. Namun, sebaliknya konsumsi listrik pelanggan rumah tangga justru mengalami kenaikan karena kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat beraktivitas di rumah.

Konsumsi listrik rumah tangga hingga September 2020 tercatat sebesar 83,84 terawatt hour atau tumbuh 10,47% dari periode yang sama tahun 2019. Rida pun berharap pandemi dapat segera berakhir sehingga konsumsi listrik mulai meningkat kembali.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait