Pertamina: Konsumsi BBM Turun pada Masa PPKM Darurat

Pertamina memprediksi jika PPKM darurat diperpanjang hingga akhir tahun ini, konsumsi BBM berpotensi turun 5% secara nasional.
Image title
15 Juli 2021, 11:04
konsumsi bbm, pertamina, ppkm darurat
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.
Sejumlah petugas mengawasi proses pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke mobil tangki distribusi di Terminal Terintegrasi Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Ampenan, Mataram, NTB, Senin (29/3/2021).

PT Pertamina mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mengalami tren penurunan seiring kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Irto Ginting mengaku sudah melakukan simulasi beberapa skenario konsumsi BBM nasional. Terutama akibat tekanan dari pandemi Covid-19 dan diberlakukannya kembali kebijakan pembatasan kegiatan (PPKM).

"Terkait efek diberlakukannya PPKM darurat, saat ini kami masih terus memonitor pergerakan tren konsumsi BBM masyarakat. Saat ini memang trennya menurun," ujarnya kepada Katadata.co.id, Kamis (15/7).

Irto menjelaskan bahwa berdasarkan skenario yang telah dibuat perusahaan, jika PPKM berjalan hingga akhir Desember 2021, dengan kondisi aktivitas masyarakat tidak berubah, maka akan ada penurunan konsumsi BBM secara nasional sekitar 5%.

Advertisement

Meski demikian, Pertamina optimistis konsumsi BBM akan berangsur pulih seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat karena program vaksinasi.

"Pertamina tetap optimis dengan berjalannya program vaksinasi bisa memebentuk herd immunity sehingga pandemi dapat segera teratasi dan masyarakat dapat kembali berkegiatan secara normal," ujarnya.

Seperti diketahui, konsumsi BBM sepanjang tahun lalu tertekan akibat pandemi Covid-19. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebut permintaan BBM pada 2020 turun hingga 25% dibandingkan kondisi normal.

Kondisi itu berdampak pada sisi permintaan dan pasokan. “Ini penurunan terbesar dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Nicke beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada tiga tekanan atau triple shock yang membuat kinerja perusahaan tergerus, yakni penurunan konsumsi BBM, anjloknya harga minyak mentah, dan volatilitas nilai tukar rupiah.

Penurunan konsumsi BBM bahkan mencapai 50% pada saat sejumlah kota besar di Indonesia yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait