Genjot Produksi Blok Rokan, Pertamina akan Bor 161 Sumur Tahun ini

Produksi Blok Rokan tahun ini ditargetkan 165 ribu barel per hari (bph), dan naik menjadi 175-180 ribu bph pada 2022.
Image title
22 Juli 2021, 19:15
blok rokan, pertamina, produksi, pengeboran
KATADATA
Ilustrasi pengeboran minyak.

Pertamina Hulu Rokan (PHR) tahun ini berencana mengebor setidaknya 161 sumur di Blok Rokan setelah proses alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia (Chevron) rampung pada 9 Agustus mendatang.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sebelumnya sebanyak 84 sumur. Direktur Utama PHR, Jaffee Arizon Suardin, menjelaskan bahwa ada tambahan target pengeboran sebanyak 77 sumur dari komitmen Chevron yang belum rampung sampai dengan masa alih kelola.

"Untuk itu persiapan terus kami lakukan. Pertamina sudah siap dari sisi jumlah rig sebanyak 16 hingga 17 rig, sumber daya manusia, dan material pendukungnya," ujarnya dalam Diskusi Virtual: Menjaga Keandalan Operasi Wilayah Kerja Rokan secara virtual, Kamis (22/7).

Dia menambahkan bahwa Pertamina tengah memetakan pengembangan blok migas terbesar di Indonesia ini sehingga produksinya tidak tertahan, namun bisa ditingkatkan

Advertisement

Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, menjelaskan bahwa tidak tercapainya target pengeboran yang dikerjakan Chevron pada masa transisi ini karena terganjal pengadaan rig. Fatar mengatakan Chevron membutuhkan setidaknya 10 rig, namun hanya 6 rig yang sesuai dengan spesifikasi dan bisa digunakan.

Pasalnya Chevron hanya memiliki waktu kurang dari 10 bulan sejak penandatanganan komitmen investasi pada September 2020. Sedangkan pengeboran membutuhkan persiapan 2-3 bulan. "Oleh karena itu kami inisiatif jadikan satu program saja," kata Fatar.

Sebelumnya Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam paparan kinerja hulu migas Semester 1 2021 memperkirakan produksi minyak di Blok Rokan pada 2022 akan naik di kisaran 175-180 ribu barel per hari (bph). Adapun target produksi tahun ini dalam APBN ditetapkan sebesar 165 ribu bph.

Proyeksi tersebut berdasarkan rencana PHR yang akan lebih agresif melakukan pengeboran sumur setelah mengambil alih pengelolaan blok tersebut dari Chevron.

"Untuk tahun depan perkiraannya pasti akan naik. Saat ini sedang bahas pre-work program and budget (WP&B). Produksi 175-180 ribu dan akan naik terus ke depannya," ujar Julius, Jumat (16/7).

Berdasarkan catatan SKK Migas, progres alih kelola Blok Rokan menyisakan sembilan isu utama. Salah satunya yakni terkait pengeboran sumur, workover dan well services yang hingga Juni realisasinya mencapai 73%.

Rinciannya adalah sebagai berikut: pengeboran sumur tercapai 83 dari target 180, workover realisasinya 40 dari target 39, dan well services tercapai 5.135 dari target 6.819.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait