Produksi Migas PHE Semester I 850 MBOEPD, Gas 103% dari Target

Produksi migas Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagian besar berasal dari lapangan domestik.
Image title
30 Juli 2021, 18:34
produksi migas, pertamina,
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi.

Pertamina Hulu Energi (PHE) sepanjang semester I tahun ini berhasil memproduks minyak dan gas bumi (migas) sebesar 850 juta barel ekuivalen minyak per hari (MBOEPD). Capaian tersebut gabungan produksi lapangan domestik 699 MBOEPD dan lapangan internasional 151 MBOEPD.

Rinciannya yaitu produksi gas 2.665 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 103% dari target pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) semester I 2021, sedangkan produksi minyak mencapai 390 MBOPD.

Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman, mengatakan realisasi kinerja dari lapangan domestik terbagi atas capaian dari lima regional Pertamina. Ia menilai sistem regionalisasi akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.

"Banyak faktor yang mendukung atas capaian di semester 1 ini, di antaranya dengan melakukan kinerja operation excellence serta optimasi biaya di seluruh lapisan," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (30/7).

Berdasarkan wilayah, regional 1 (Sumatera) memproduksi gas 768 MMSCFD dan minyak 49 ribu BOPD, kemudian regional 2 (Jawa) memprodiksi gas 445 MMSCFD dan minyak 66 ribu BOPD, sedangkan regional 3 (Kalimantan) memproduksi gas 691 MMSCFD dan minyak 64 ribu BOPD.

Lalu regional 4 (Indonesia Timur) produksi gas 450 MMSCFD dan minyak 114 BOPD, serta regional 5 (internasional) memproduksi gas 311 MMSCFD dan minyak 97 ribu BOPD.

Sementara itu untuk pengeboran sumur pengembangan, dari target 396 sumur di RKAP 2021, sampai Juni 2021 telah selesai 101 sumur dan 20 on going atau dalam pengerjaan. Lalu kegiatan Work Over, dari target 466, telah selesai dilakukan 241 kegiatan, sedangkan untuk well intervention telah selesai dilakukan sebanyak 5.085 sumur.

Simak databoks berikut:

Untuk menjaga keberlangsungan perusahaan, PHE terus berupaya menambah cadangan melalui kegiatan seismik dan pemboran sumur eksplorasi. Realisasi luasan seismik 3D mencapai 201 km2, sedangkan seismik 2D sepanjang 1.186 km.

Pertamina juga telah merampugkan pengeboran 6 sumur eksplorasi, sedangkan 3 sumur masih dalam proses. PHE menargetkan hingga akhir tahun ini menyelesaikan pengeboran 19 sumur eksplorasi.

Untuk penambahan cadangan, PHE telah membukukan penambahan cadangan 1P sebesar 36,3 MMBOE dan penambahan cadangan Contingency Resources 2C mencapai 37,8 MMBOE.

"Guna memenuhi seluruh target yang telah disepakati dalam RKAP 2021 ini, kami akan terus menjaga dan meningkatkan kinerja serta memastikan seluruh rencana kerja dapat dilaksanakan dan diselesaikan tepat waktu serta penggunaan anggaran yang sesuai dengan yang telah ditetapkan," kata dia.

Selain itu, upaya lainnya adalah mengoptimalkan tambahan produksi dari Blok Rokan yang akan dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) mulai 09 Agustus 2021. Menurut dia PHR tahun ini merencanakan pengeboran kurang lebih 130 sumur pengembangan, termasuk sisa sumur dari Chevron Pacific Indonesia.

PHR juga mempersiapkan kurang lebih 290 sumur di tahun 2022. Ini adalah Kegiatan pengeboran tersebut akan didukung dengan penyiapan tambahan 10 rig pemboran sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig untuk kegiatan Work Over & Well Service yang merupakan mirroring atau pengalihan dari kontrak sebelumnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait