Monetisasi Sumur Dikebut, Produksi Migas Berpotensi Naik 14 Juta Barel

Image title
10 Agustus 2021, 14:39
produksi migas, skk migas
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

Upaya SKK Migas untuk mempercepat monetisasi potensi produksi migas dan percepatan program resource to production mulai membuahkan hasil. Setidaknya 65 pekerjaan yang terdiri dari pengeboran 23 sumur dan 42 workover yang akan dikerjakan tahun ini dan 2022 telah disetujui.

Dari pekerjaan tersebut diperkirakan potensi tambahan produksi migas sebesar 14 juta barel setara minyak (MMboe). Realisasi hingga semester I adalah sebanyak 6 pekerjaan workover dengan tambahan produksi gas sebesar 12,4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Melalui surat edaran bernomor EDR-0633/SKKMA0000/2020/S1 tanggal 2 November 2020, SKK Migas mempercepat produksi dari sumur interfiled/nearfield dan sumur step-out, sumur yang melebihi jumlah di POD, serta percepatan produksi dari non-production zone.

"Sampai Juli 2021, implementasi surat edaran tersebut berhasil mendorong KKKS untuk melakukan optimasi dan monetisasi sumur-sumur tersebut," kata Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8).

Dia menambahkan mengatakan bahwa melalui mekanisme surat edaran ini, KKKS dapat mengimplementasikan usaha-usaha percepatan produksi sesuai dengan kaidah keteknikan yang baik dan tanpa mengurangi sedikitpun atau menghilangkan pengawasan oleh SKK Migas.

Meski demikian, SKK Migas tetap melakukan evaluasi menyeluruh melalui pembahasan teknis subsurface, operasional, biaya dan keekonomian terhadap usulan kontraktor KKS yang akan melakukan kegiatan tersebut. Kontraktor KKS juga harus mengajukan Authorization of Expenditure (AFE).

Menurut Benny, langkah ini mampu menjadi enabler atau pengaktif dan mendukung implementasi transformasi Indonesia Oil and Gas 4.0 sebagai pondasi untuk meningkatkan produksi migas secara berkelanjutan. Khususnya guna mewujudkan target produksi minyak satu juta barel dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Benny mengatakan bahwa SKK Migas terus berkoordinasi dengan KKKS untuk potensi tambahan di masa yang akan datang. "Tentu saja, SKK Migas melihat masih ada potensi sumur step-out, sumur interfields/nearfield dan non-produce zone,” kata dia.

SKK Migas juga terus melakukan upaya-upaya lain untuk menjaga produksi minyak dan gas bumi dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Misalnya di dalam melakukan pengeboran, meskipun jumlah sumur tajak di 2021 diperkirakan belum bisa mencapai target, tetapi efektifitas dari hasil pengeboran melampaui target.

"Per Juli 2021 capaian tambahan produksi sudah mencapai 104%, dari perkiraan pengeboran sumur akan menghasilkan tambahan produksi sebesar 21.118 BOPD, realisasinya lebih besar yaitu 21.965 BOPD," ujarnya.

Oleh karena itu ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong KKKS yang lain untuk melakukan optimasi di wilayah kerja masing-masing. Hal ini seiring dengan kemudahan yang telah diberikan SKK Migas.

Advertisement
Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait