Penjualan Emas Antam Semester I 13,34 Ton, Meroket 68% dalam Setahun

Penjualan emas Antam pada semester I 2021 meroket seiring tingginya minat masyarakat berinvestasi logam mulia.
Image title
9 September 2021, 16:51
emas, penjualan emas, antam, harga emas,
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Pedagang menunjukan emas antam di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhasil menjual 13,34 ton emas pada enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut naik signifikan hingga 68,64% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,91 ton.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Anton Herdianto mengatakan bahwa perusahaan menargetkan produksi emas tahun ini sebesar 1,37 ton. Sedangkan untuk penjualan ditargetkan dapat mencapai 18 ton.

"Emas kalau kami lihat dari penjualan sampai dengan satu semester sudah 13,34 ton. Target kami 18 ton, dengan melihat seperti ini kita berharap target bisa tercapai," kata dia dalam Public Expose Live 2021 secara virtual, Kamis (9/9).

Untuk tahun ini Antam akan berfokus untuk mengembangkan basis pelanggan yang ada dalam negeri. Pasalnya, saat ini antusiasme permintaan emas domestik terus meningkat untuk tujuan investasi. Hal ini seiring harga emas yang tinggi.

Advertisement

Bahkan harga emas Antam sempat menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah di Rp 1.065.000 per gram pada 7 Agustus 2021. Walaupun setelah itu harganya berangsur turun, namun tidak lebih rendah dari Rp 903.000 per gram. Sepanjang tahun ini, harga tertinggi emas Antam berada di level Rp 981.000 per gram.

Adapun per hari ini, Kamis (9/9), emas Antam dijual di harga Rp 930.000 per gram. Simak databoks berikut:

Meski demikian, ada beberapa tantangan yang saat ini dihadapi perusahaan dalam mengejar target penjualan tersebut. Salah satunya yakni adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Perkantoran (PPKM) untuk menekan Covid-19. "Karena ketika PPKM outlet kami tutup sehingga penjualan turun drastis," ujarnya.

Sementara, untuk bijih nikel, Antam di tahun ini menargetkan produksi sebesar 8,44 juta wet metric ton (wmt). Angka tersebut melonjak jika dibandingkan raihan sepanjang tahun 2020 yang hanya sebesar 4,76 juta mwt.

"Target 2021 sebesar 8,44 juta mwt dibandingkan kalau kita tahun 2020 hanya 4,76 mwt kita hampir naik dua kali naiknya," katanya.

Adapun untuk total penjualan bijih nikel Antam, hingga semester 1 ini mencapai sebesar 3,66 juta wmt. Angka tersebut naik jika dibandingkan periode capaian tahun 2020 yang hanya sebesar 3,29 juta wmt.

Sedangkan untuk komoditas feronikel, hingga semester 1 tahun ini, realisasi produksi Antam telah mencapai 12,679 ton nikel dalam feronikel (TNi). Sementara dari segi penjualan sudah mencapai 12,068 Tni.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait