Menkes Budi Gunadi Pamer Tes Covid-19 RI Hampir 4 Kali Standar WHO

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebutkan tes Covid-19 Indonesia pekan lalu mencapai 1,1 juta, jauh di atas standar WHO 270 ribu orang per minggu.
Image title
20 September 2021, 20:34
covid-19, who, budi gunadi sadikin,
ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz
Petugas medis melakukan tes usap (swab) COVID-19 terhadap seorang pegawai ASN Pemkot Semarang di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2020).

Pemerintah terus meningkatkan kinerja pengetesan Covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengatakan bahwa angka tes di Indonesia sudah hampir empat kali lebih tinggi dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia mencatat, tes secara nasional pada pekan lalu mencapai 1,1 juta orang. Sedangkan, WHO menstandarkan satu tes per 1.000 orang per minggu atau 270 ribu orang per minggu bagi negara dengan positivity rate di bawah 5%. Saat ini positivty rate Indonesia sudah di bawah 3%.

"(Testing) kita sudah 1,1 juta orang per minggu atau sudah hampir 4 kali lipat dari standar WHO," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (20/9).

Ia berharap, kinerja pengetesan itu bisa terus meningkat. Dengan demikian, pemerintah bisa mengidentifikasi respons dengan cepat pada pasien Covid-19. Kemudian, pemerintah bisa melakukan pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat. Simak databoks berikut:

Selain testing, pemerintah juga mencatat peningkatan kinerja penelusuran (tracing). Saat ini, tracing telah mencapai rata-rata 10 kontak erat per kasus konfirmasi.

Menkes menyebutkan bahwa perbaikan kinerja pengujian Covid-19 berkat didukung oleh TNI dan Polri, serta Kementerian Koordinator bidang Perekonomian yang juga turut membantu meningkatkan peningkatan pelacakan secara nasional.

Meski begitu, Budi menyayangkan baru 50% orang yang dilacak mau melakukan tes Covid-19. Kemudian, belum semua orang yang ditemukan positif corona mau melakukan isolasi terpusat. Kondisi ini terjadi lantaran masih ada orang yang takut untuk dites Covid-19. "Masih banyak orang khawatir ketahuan sakit," ujar dia.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan pada Senin (20/9) melaporkan adanya tambahan kasus Covid-19 sebanyak 1.932, atau terendah sejak 24 Agustus tahun lalu (1.877). Namun, ada lonjakan kasus di Provinsi Jawa Tengah dan Riau.

Jumlah kasus baru sebanyak 1.932 pada hari ini menunjukan tren tambahan kasus harian tengah bergerak menuju level di bawah 2.000 kasus seperti 13 bulan lalu.

Sebelum Agustus 2020, tambahan kasus Covid-19 selalu berada di bawah 2.000 kasus per hari. Tambahan kasus harian terus melonjak ke level di atas 4.000 kemudian 5.000 sejak November tahun lalu. Kasus sempat melandai di bulan Mei 2021 tapi kemudian melonjak drastis sejak akhir Juni ke level di atas 20 ribu.

Tambahan kasus harian yang dilaporkan pada hari ini juga turun 97% dibandingkan puncaknya pada 15 Juli 2021 yakni 56.757 kasus.

Kendati jumlah kasus tambahan turun signifikan tetapi beberapa provinsi masih menunjukan kenaikan kasus Covid-19. Provinsi Jawa Tengah melaporkan tambahan kasus sebanyak 332, atau naik 51,6% dibandingkan hari sebelumnya.

Provinsi Riau melaporkan tambahan kasus sebanyak 140, atau naik 129,5% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan signifikan juga terjadi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur melaporkan tambahan kasus 104, atau naik 23,8% sementara jumlah kasus baru di Kalimantan Selatan mencapai 50, atau naik 42,9%.

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait