Jokowi Minta Para Menteri Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Saat ini jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia terus turun, namun inilah saat yang tepat untuk mengantisipasi gelombang penularan baru melalui 3T, 3M, dan PeduliLindungi.
Image title
20 September 2021, 20:00
covid-19, jokowi, virus corona, pandemi corona, gerakan 3m
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp.
Petugas memberikan penjelasan kepada wisatawan untuk melakukan scan QR Code sertifikat vaksin COVID-19 melalui aplikasi PeduliLindungi saat hari pertama uji coba pembukaan Daya Tarik Wisata (DTW) Uluwatu, Badung, Bali, Senin (13/9/2021).

Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta para menteri di kabinetnya untuk tetap berhati-hati dan mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 di tanah air, meskipun angka penularan virus ini terus mengalami penurunan.

"Kami di kabinet juga sudah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadi gelombang baru ke depan," kata Menteri Koordinator Bidang Martim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Senin (20/9).

Menurutnya, kunci menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling atau ketika kasus sedang rendah. Hal ini berdasarkan salah satu studi ilmiah yang berjudul “Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases".

Dalam studi tersebut, jumlah kasus disarankan ditahan pada 10 kasus per juta penduduk per hari. Untuk Indonesia, kasus ditahan sekitar 2.700 atau 3.000-an kasus. "Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah 3T, 3M, serta penggunaan PeduliLindungi," kata Luhut.

Luhut pun mencatat, angka reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98. Artinya, setiap 1 kasus Covid-19 secara rata-rata menularkan ke 0,98 orang atau jumlah kasus akan terus menurun. "Angka ini juga dapat diartikan pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali," katanya.

Selain itu, capaian kasus harian juga menunjukkan tren yang terus membaik. Kasus konfirmasi secara nasional hari ini berada di bawah 2.000 kasus, tepatnya 1.932. Sedangkan, kasus aktif sudah di bawah 60.000, yakni 55.936. Di Jawa-Bali, kasus harian turun hingga 98% dari titik puncaknya pada 15 Juli. Simak databoks berikut:

Di sisi lain, jumlah testing terus mengalami peningkatan sehingga positivity rate mampu diturunkan di bawah Standar WHO sebesar 5%. Saat ini, angka positivity rate Indonesia berada di bawah 2%. "Lagi-lagi ini mengindikasikan penanganan pandemi yang sudah berjalan baik dan sesuai acuan," ujar dia.

Sebelumnya, epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, memperingatkan ancaman penularan virus corona gelombang ketiga di Indonesia. Salah satunya lantaran menyebarnya Covid-19 varian Mu atau B.1.621 sedangkan varian Delta belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

"Indonesia menghadapi ancaman gelombang ketiga. Bukan hanya karena varian baru (varian Mu), tetapi juga penularan varian Delta belum selesai," kata Dicky kepada Katadata.co.id, Selasa (7/9).

Dia menambahkan bahwa Covid-19 varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin. Selain itu, varian Mu diprediksi bisa menginfeksi orang yang pernah positif varian Alfa dan Delta.

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait