Fokus Pengawasan di Luar Jawa Bali karena Sumbang 62% Kasus Covid-19

Pemerintah mewaspadai risiko penularan Covid-19 di luar Jawa Bali seiring digelarnya PON, Liga 2, dan International Superbike.
Image title
20 September 2021, 23:00
covid-19, luar jawa bali,
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.
Sejumlah ibu hamil dan menyusui mengikuti sosialisasi vaksinasi COVID-19 di Agats, Asmat, Papua, Kamis (1/7/2021).

Mayoritas kasus aktif Covid-19 nasional saat ini berada di luar wilayah Jawa dan Bali, yakni mencapai 61,95%. Pemerintah pun memperingatkan agar berhati-hati terhadap risiko penularan akibat peningkatan mobilitas.

Apalagi seiring dimulainya agenda olahraga nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua dan Liga 2, serta balap motor International Superbike.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memperingatkan agar memperhatikan penanganan pandemi di luar Jawa-Bali.

"Walaupun mulai terkendali, masih ada risiko-risiko peningkatan kasus. Sehingga kita masih perlu berhati-hati dan waspada," kata Airlangga dalam Konferensi Pers Perkembangan PPKM, Senin (20/9).

Dia menambahkan, meski mayoritas kasus aktif ada di luar Jawa-Bali, penurunan kasus aktif terus terjadi. Begitupun dengan kasus sembuh yang mencapai 94,7% mendekati rata-rata nasional 95%, dan rasio fatalitas kematian sebesar 3,07% lebih baik dari rata-rata nasional 3,35%.

Secara lebih rinci, Airlangga mengatakan kasus aktif di wilayah Sumatera periode 9-19 September sudah turun 80,52%. Perbaikan juga dikuti tingkat kesembuhan 93,52% dan rasio fatalitas 3,49%. Kemudian Nusa Tenggara kasus aktif turun 86,75%, kesembuhan 95,78%, dan fatalitas 2,3%.

Maluku dan Papua juga sudah turun 87,71%, kesembuhan 95,59%, dan fatalitas 1,6%. Kalimantan justru mengalami penurunan kasus negatif 81,48%, dengan tingkat kesembuhan 94,27% dan fatalitas 3,15%. Sementara Sulawesi, berdasarkan data hingga 17 September, kasus aktif turun 81,13%, kesembuhan 94,6%, dan fatalitas 2,61%.

PON akan tetap digelar pada 2-15 Oktober mendatang, namun dengan sejumlah ketentuan, seperti hanya boleh ditonton dengan kapasitas maksimal 25%. Selain itu, penonton yang boleh hadir harus sudah menerima vaksinasi lengkap dua dosis.

Selain ketentuan pada saat penyelenggaraan di venue, pemerintah juga terus mengejar vaksinasi di empat kabupaten atau kota tuan rumah PON. Realisasi vaksinasi secara agregat di Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Merauke, dan Mimikia sudah mencapai 56%. Vaksinasi ditargetkan bisa mencapai 70% untuk dosisi pertama dan 35% dosis kedua.

Selain itu, pemerintah akan kembali menggelar pertandingan sepak bola Liga 2. Namun izin hanya akan diberikan untuk pertandingan di daerah PPKM level 2 dan 3 dan hanya dilakukan maksimal delapan pertandingan dalam seminggu. Selain itu, pertandingan akan dilakukan tanpa penonton.

Kemudian, pemerintah juga akan menggelar International Superbike pada November mendatang di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Karena itu, vaksinasi di daerah tersebut juga terus diakselerasi. Namun ia juga mengatakan pemerintah belum memutuskan apakah pertandingan boleh dihadiri penonton atau tidak.

Sementara, pemerintah mengumumkan kembali memperpanjang PPKM Level 1-4 di seluruh wilayah Indonesia selama dua minggu hingga 2 Oktober mendatang. Seluruh kabupaten kota di Jawa-Bali kompak keluar dari level 4, sementara tersisa 10 daerah di luar Jawa-Bali yang melanjutkan PPKM Level 4.

"PPKM level 4 masih diberlakukan di 10 kabupaten kota terkait aglomerasi jumlah penduduk maupun tingkat vaksinasi di bawah 50%," kata Airlangga.

Sepuluh daerah yang masih menerapkan PPKM level 4 berada di enam provinsi, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang dan Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD); Padang, Sumatera Barat; Kabupaten Bangka, Bangka Belitung; Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan; Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur; dan Tarakan dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Reporter: Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait