Australia Tolak Hapuskan Bahan Bakar Fosil & Tetapkan Nol Emisi Karbon

Australia menolak untuk menghapuskan bahan bakar fosil yang menjadi komoditas utama ekspornya. Negara ini juga menolak menetapkan target nol emisi karbon.
Image title
27 September 2021, 09:29
australia, bahan bakar fosil, emisi karbon, nol emisi karbon
ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/rwa/cf
Sydney Opera House, Sydney, Australia.

Australia menegaskan keengganannya untuk menghapuskan penggunaan bahan bakar fosil di tengah tekanan dunia internasional menjelang konferensi iklim PBB COP-26 di Skotlandia pada bulan November mendatang. Negara ini juga menolak untuk menetapkan target nol emisi karbon.

Negara Kangguru merupakan pengekspor batu bara dan gas utama dunia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa pemerintahannya masih merumuskan rencana emisi karbonnya dan menolak berkomitmen untuk membatasi bahan bakar fosil yang merupakan komoditas utama ekspornya.

“Saya tidak siap menarik industri bahan bakar fosil. Tidak harus, karena perubahan itu akan terjadi seiring waktu, tidak terjadi dalam semalam,” ujar Morrison seperti dikutip CNBC, Senin (27/9).

Dia menambahkan bahwa Australia tengah mengembangkan teknologi transisi dan bahan bakar dan teknologi utama yang akan ada pada 20 hingga 30 tahun ke depan. “Itu akan membawa kami ke titik nol (emisi karbon). Ini tidak terjadi dalam semalam,” kata dia.

Morrison juga menentang mekanisme pajak untuk menekan emisi. Bahkan ia menjadi bagian dari pemerintahan Australia yang menggagalkan penerapan skema carbon pricing atau perdagangan karbon, karena menganggap mekanisme tersebut sebagai pajak.

Wakil Morrison, Barnaby Joyce mengatakan bahwa target nol bersih emisi karbon sebagai ancaman terhadap pekerjaan warga Australia.

“Kami melihatnya melalui kaca mata untuk memastikan tidak ada yang tidak masuk akal atau hilangnya perkerjaan regional,” kata dia kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC), seperti dikutip Reuters.

Joyce mengatakan hasil dari industri pertambangan dan pertanian sangat penting bagi orang-orang di kota-kota regional, dari penata rambut hingga penyedia layanan mobil.

“Anda harus ingat, bahan bakar fosil adalah ekspor terbesar negara Anda (Australia) dan jika Anda mengambil ekspor terbesar negara Anda, Anda harus menerima standar hidup yang lebih rendah,” katanya.

Australia berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk mencapai target pengurangan emisi. Dana Moneter Internasional (IMF) meminta Australia untuk menetapkan target “terikat waktu” untuk mencapai emisi nol bersih atau harus bersiap menghadapi untuk biaya pinjaman yang jauh lebih tinggi jika gagal berkomitmen pada target nol bersih pada tahun 2050.

Memang, menurut data Climate Watch tahun 2018, Australia tidak termasuk dalam 10 besar negara penyumbang gas rumah kaca atau karbon dioksida terbesar di dunia. Negara ini "hanya" memproduksi 619,26 metrik ton karbon dioksida ekuivalen (MtCO2e) atau peringkat 15 dunia.

Simak 10 besar negara penyumbang gas rumah kaca terbesar di dunia pada databoks berikut:

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait