Ilmuwan Meneliti Adanya Orang yang Kebal Alami Terhadap Virus Corona

Sejumlah ahli imunologi dari Academy of Athens tengah meneliti kemungkinan adanya orang yang secara genetik imun atau kebal terhadap virus corona.
Image title
20 Oktober 2021, 12:27
covid-19, pandemi corona, virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/HP/djo
Pusat kota Sydney, Australia, selama pemberlakuan penguncian untuk menekan laju penularan virus corona (Covid-19).

Sejumlah ilmuwan tengah meneliti kemungkinan adanya orang yang kebal secara alami terhadap virus corona yang menyebabkan Covid-19. Informasi genetik orang yang kebal tersebut dianggap sebagai kunci untuk mencari obat penyakit ini.

Ahli imunologi dari Academy of Athens, Evangelos Andreakos, mengatakan bahwa dua manusia 99,9% identik secara genetik, hanya dibedakan 0,1% informasi genetik yang menjadikannya unik dengan lainnya. Inilah yang menentukan perbedaan pada manusia, mulai dari cara pandang, hingga resistensi atau kerentanan terhadap penyakit.

“Pandemi Covid-19 global telah mendemonstrasikan variabilitas klinis yang luar biasa antara individu dalam menghadapi infeksi, mulai dari tanpa gejala hingga gejala yang mengancam jiwa,” kata Andreakos, seperti dikutip Science Alert, Rabu (20/10).

Ia menambahkan bahwa pemahaman dunia medis tentang patofisiologi Covid-19 telah berkembang pesat sejak penyakit ini menyebar pada Desember 2019. Namun pemahaman tentang genetis dan imunologis manusia yang menghasilkan resistensi bawaan terhadap virus corona masih sedikit.

“Meskipun kita mungkin tidak memiliki banyak informasi tentang resistensi bawaan ini, bukan berarti itu tidak ada. Para peneliti mencatat bahwa kadang dari satu rumah yang terinfeksi, namun ada satu orang yang terhindar,” ujar Andreakos.

Sementara itu ada juga laporan yang menyebutkan tentang orang yang tak terkena Covid-19 meskipun berada di wilayah dengan tingkat infeksi tinggi. Ada beberapa penelitian serius tentang kekebalan atau resistensi bawaan ini, tetapi belum memberikan hasil yang diharapkan.

Sebagai contoh, para peneliti melaporkan bahwa tahun lalu bahwa golongan darah tertentu, terutama golongan O, menunjukkan sedikit resistensi terhadap infeksi Covid-19 yang parah.

Para peneliti menyarankan untuk lebih memperdalam penelitian untuk mengungkap kemungkinan adanya orang yang secara genetik imun atau kebal terhadap virus corona. “Kami mengusulkan strategi untuk mengidentifikasi, merekrut, dan menganalisis secara genetik individu yang secara alami resisten terhadap infeksi SARS-CoV-2,” tulis tim tersebut.

Pertama, mereka akan fokus pada rumah tangga yang tidak terinfeksi untuk kontak dengan orang-orang yang bergejala Covid-19, setidaknya selama 1 jam per hari tanpa alat pengaman diri, dan selama 3-5 hari pertama gejala muncul.

“Kami telah mendapatkan lebih dari 400 orang yang memenuhi kriteria ini untuk dimasukkan dalam kelompok studi resistensi khusus," tulis para peneliti.

Dengan vaksin, obat-obatan yang menjanjikan, dan lebih banyak pemahaman tentang virus, kehidupan di beberapa tempat mulai terlihat normal. Namun pandemi Covid-19 kemungkinan akan bertahan dalam waktu lama.

Oleh karena itu para peneliti ini menilai penelitian untuk mencari orang-orang yang secara genetik imun terhadap Covid-19 akan sangat bermanfaat, terutama jika muncul varian baru virus corona yang lebih ganas dari yang ada sekarang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait