Menhub Ajak Perusahaan Logistik Garap Distribusi Produk Kesehatan

Produk kesehatan menjadi kebutuhan di tengah pandemi Covid-19 yang mendorong kegiatan ekonomi. Perusahaan logistik berpeluang garap distribusi produk kesehatan.
Image title
28 Oktober 2021, 11:38
logistik nasional, produk kesehatan, perusahaan logistik
ANTARA FOTO/Teguh prihatna/Lmo/rwa.
Ilustrasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak para perusahaan logistik dan forwarder untuk menangkap peluang baru yang muncul pada distribusi produk kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Budi menyebut produk kesehatan selain menjadi kebutuhan, juga menjadi pemicu dalam kegiatan ekonomi. Ia menilai investasi sektor logistik dan industri di Asia Pasifik berpeluang besar untuk terus berkembang meski di tengah pandemi Covid-19. Terlebih lagi dengan adanya perang dagang antara Amerika dan Cina.

"Kondisi ini menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke wilayah Asia Pasifik," kata Budi dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (27/10).

Ia mengungkapkan, pemulihan ekonomi nasional terus membaik dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif hingga kuartal ketiga tahun 2021. Sehingga, meski pandemi berdampak pada semua sektor, namun industri jasa logistik yang berkaitan dengan transaksi business to customer dan customer to customer masih dapat bertahan.

Advertisement

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II tersebut menjelaskan, upaya pemerintah terhadap perbaikan kinerja logistik nasional telah membuahkan hasil. "Distribusi komoditas mengalami peningkatan di masa pandemi hingga 70%, dengan posisi angkutan barang sebanyak 35,8 juta," katanya.

Indeks kinerja logistik (LPI) Indonesia meningkat dari peringkat 63 pada tahun 2016 menjadi peringkat 46 pada tahun 2018, dengan indeks LPI mencapai 3,15, atau menjadi yang tertinggi selama 10 tahun terakhir.

"Namun capaian ini masih harus terus ditingkatkan dengan memanfaatkan peluang-peluang baru, percepatan dan pemerataan konektivitas infrastruktur transportasi," kata dia.

Selain itu, diperlukan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) transportasi, yang dapat mendorong upaya alih teknologi dan lahirnya ekonomi kreatif, serta perbaikan dan penataan ekosistem.

Ia menambahkan, bahwa Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics & Forwarders Association (ALFI/ILFA) selaku organisasi yang menaungi pelaku usaha logistik dan forwarder Indonesia, memiliki peran penting untuk menjembatani kepentingan para anggotanya dan juga menjadi mitra pemerintah dalam rangka mewujudkan logistik nasional yang kompetitif dan berdaya saing.

Ia berharap ALFI/ILFA mampu berperan, berkolaborasi, dan bersinergi dengan pemerintah, dalam membuka peluang-peluang baru, menciptakan iklim usaha yang kompetitif, dan melakukan sejumlah perbaikan pada sektor pergudangan dan manufaktur, yang dapat meningkatkan kepercayaan para pengguna jasa layanan logistik.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait