Implementasi IK-CEPA, 11.687 Produk Ekspor RI Bebas Bea Masuk Korsel

Pos tarif ekspor yang dihapuskan pada perjanjian IK_CEPA lebih banyak dari komitmen ASEAN-Korea Free Trade Area yang hanya 90 pos tarif.
Image title
8 Desember 2021, 09:05
perjanjian perdagangan, ik-cepa, ekspor, korea selatan
Kemendag
Implementasi perjanjian perdagangan IK-CEPA menghapuskan lebih 11.000 pos tarif masuk ekspor Indonesia ke Korea Selatan.

Implementasi perjanjian dagang internasional Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) telah menghapus 11.687 pos tarif produk Indonesia untuk ekspor ke Korea Selatan (Korsel).

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan bahwa dengan adanya perjanjian dagang tersebut, akses pasar ekspor ke Korea Selatan semakin luas. Pos tarif yang dihapuskan mencapai 95,5% dari keseluruhan pos tarif produk ekspor Indonesia.

Besaran penghapusan pos tarif Korea Selatan itu 5,5% lebih tinggi dari komitmen di ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) yang mencakup 90% pos tarif.

Sementara itu, Indonesia mengeliminasi 9.954 pos tarif atau mencapai 92% dari keseluruhan pos tarif barang yang diimpor dari Korea Selatan. Penghapusan tarif yang diberlakukan Indonesia itu 5% lebih besar dari komitmen AKFTA.

Advertisement

"Produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) itu juga gratis masuk ke Korea," kata Jerry dalam 'Sosialisasi Hasil-hasil Perundingan Perdagangan Internasional IK-CEPA, Selasa (7/12).

Ia berharap, penghapusan pos tarif ke pasar Korea Selatan dapat meningkatkan minat eksportir dalam negeri untuk meningkatkan kinerjanya. Pasalnya, harga barang Indonesia ke Korea Selatan bisa lebih bersaing setelah efisiensi dari segi biaya eskpor. Hal tersebut juga diharapkan dapat memotivasi pelaku ekspor untuk mengirim barang ke Korea Selatan.

Sebagai informasi, perundingan IK-CEPA pertama diluncurkan pada 2012 dan sempat terhenti pada 2014-2018. Pada 2019, persetujuan direaktivasi hingga mencapai 10 putaran perundingan kemudian ditandatangani pada 18 Desember 2020.

Dalam IK-CEPA, kedua pihak berkomitmen melakukan kerja sama ekonomi di berbagai bidang, antara lain, industri, pertanian, perikanan, kehutanan, aturan dan prosedur perdagangan, infrastruktur, teknologi dan inovasi, budaya dan bidang kreatif, serta UKM.

Beberapa produk Indonesia yang berpotensi mengalami kenaikan ekspor ke Korea Selatan, yaitu sepeda, sepeda motor, aksesoris sepeda motor, olahan ikan, kaos kaki, rumput laut, durian, dan salak.

Sementara potensi peningkatan impor produk Korea Selatan yaitu sayur dan buah kaleng, baju hangat, olahan susu (yogurt), kain wol, dan kayu lapis.

Total perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada periode Januari-September 2021 tercatat US$ 13,25 miliar (Rp 189 triliun) atau naik 37,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebesar US$ 6,44 miliar (Rp 92,3 triliun). Sedangkan, impor Indonesia dari Korea Selatan US$ 6,81 miliar (Rp 97,6 triliun).

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait