Ikuti Langkah Amerika Cs, Jepang Boikot Diplomatik Olimpiade Cina 2022

Pemerintah Jepang menolak aksinya ini disebut sebagai boikot diplomatik terhadap Olimpiade Cina 2022, walau hanya akan diwakili Komite Penyelenggara Olimpiade Jepang 2020.
Image title
11 Desember 2021, 17:11
olimpiade, cina, jepang, boikot
ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/hp/cf
Ilustrasi olimpiade.

Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk mengikuti langkah Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris untuk memboikot secara diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing, Cina 2022.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mempertimbangkan untuk hanya mengirim komite penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, termasuk presiden komite Seiko Hashimoto ke Olimpiade Beijing yang akan digelar pada Februari tahun depan.

Kishida akan mengumumkan keputusannya akhir bulan ini. “Namun pemerintah Jepang masih belum memutuskan apakah akan menggunakan istilah ‘boikot diplomatik’ atau tidak,” ujarnya seperti dikutip Nikkei Asia Review, pada Sabtu (11/12).

Pemerintahan Kishida menekankan pentingnya hak asasi manusia sejak ia mulai menjabat sebagai perdana menteri. Sebuah sumber mengatakan bahwa untuk mengimbangi langkah sekutunya, Amerika, Kishida menyatakan akan sulit untuk mengirim pejabat resmi pemerintah dari kabinetnya.

Advertisement

Awal pekan ini Kanada bergabung dengan Australia, Inggris, dan AS untuk memboikot Olimpiade musim dingin di Cina dengan alasan prihatin dengan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Cina di wilayah Xinjiang terhadap etnis Uighur.

AS mengumumkan keputusan untuk tidak mengirimkan wakil diplomatik atau perwakilan ke Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki pada Senin (6/12).

"Pemerintahan Biden tidak akan mengirim perwakilan diplomatik atau resmi apa pun ke Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022, mengingat genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan Cina yang sedang berlangsung di Xinjiang, dan pelanggaran HAM lainnya," kata Psaki.

Australia menjadi negara pertama yang mengikuti langkah Amerika untuk memboikot secara diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing. Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Scott Morrison sehari setelah pengumuman AS, Selasa (7/12).

“Pelanggaran HAM di Xinjiang dan banyak masalah lain yang secara konsisten diangkat oleh Australia, kami sangat senang dan sangat senang berbicara dengan pemerintah Cina tentang masalah ini,” kata Morrison kepada wartawan di Sydney, Rabu (8/12).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan negara itu tidak akan mengirim pejabat ke Olimpiade di House of Commons pada Rabu (8/12). “Akan ada boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin di Beijing,” kata Johnson. “Tidak ada menteri yang diharapkan hadir, dan tidak ada pejabat.”

Sementara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan boikot pada 8 Desember di Ottawa bersama para menteri luar negeri dan olahraganya. “Kami sangat prihatin dengan pelanggaran hak asasi manusia yang berulang kali dilakukan oleh pemerintah China,” kata Trudeau.

Negeri Panda pun tak tinggal diam dan mengancam negara-negara yang melakukan boikot diplomatik akan membayar perlakuan mereka terhadap Cina.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait