Gaslink, Cara Baru PGN Distribusikan Gas Untuk Industri dan Komersial

Image title
14 Desember 2021, 16:51
Anak usaha PGN, Gagas Energi Indonesia, memperkenalkan cara baru dalam mendistribusikan gas alam, compressed natural gas (CNG) menggunakan tabung berkapasitas 20-25 meter kubik atau setara 20 kg.
Pertamina
Anak usaha PGN, Gagas Energi Indonesia, memperkenalkan cara baru dalam mendistribusikan gas alam, compressed natural gas (CNG) menggunakan tabung berkapasitas 20-25 meter kubik atau setara 20 kg.

Anak usaha PT PGN Tbk yakni PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), memperkenalkan Gaslink C-Cyl yang merupakan Compressed Natural Gas (CNG) untuk pelanggan sektor industri dan komersial. Penyaluran Gaslink C-Cyl menggunakan tabung dengan kapasitas 20-25 meter kubik atau setara dengan 20 Kg.

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz menjelaskan bahwa kehadiran Gaslink C-cyl akan semakin memperluas pemanfaatan gas bumi. Khususnya bagi pelanggan yang masih belum terjangkau oleh gas pipa, baik untuk sektor industri, komersial termasuk UMKM.

"Untuk itu, kami menyediakan Gaslink dan Gaslink C-cyl yang dioperasikan oleh Gagas,” kata Faris dalam keterangan tertulis, Selasa (14/12).

Selain itu, Gaslink C-cyl saat ini juga ditampilkan dengan kemasan yang lebih praktis dan menarik bagi pelanggan. Selain berbentuk tabung, terdapat juga Gaslink C-cyl berbentuk kotak dengan kapasitas lebih besar sekitar 50 M3. Per November 2021, Gagas telah menyalurkan sekitar 4.84 BBTUD untuk 161 pelanggan Gaslink.

Gaslink C-cyl telah diperkenalkan oleh Gagas sejak awal 2021 sebagai alternatif penyaluran Gaslink, khususnya untuk pelanggan yang memiliki keterbatasan lahan dan kebutuhan pemakaian gas bumi yang relatif masih kecil (sekitar 300 M3 per bulan).

Untuk skema penyaluran Gaslink regular, Gagas akan menyalurkan gas bumi melalui Gas Transport Module (“GTM”) yang membawa gas bumi dari SPBG langsung ke lokasi pelanggan.

Menurut Faris sejak awal diperkenalkan Gaslink C-cyl telah mendapatkan antusiasme yang cukup baik dari pelanggan. Sampai Desember 2021, Gaslink C-cyl telah hadir di Jakarta, Tangerang, Surabaya hingga Lampung dari berbagai sektor industri, restoran hingga perhotelan dengan rata-rata penyaluran 0.025 BBTUD per bulan.

Ke depan, Gaslink C-cyl direncanakan akan memperluas jangkauannya ke beberapa kota seperti Semarang, Cilegon dan Batam. Salah satu pengguna Gaslink C-cyl yang telah merasakan manfaat menggunakan Gaslink adalah Restoran Pagi Sore Sunter.

Manager Operasional dari Restoran Pagi Sore Sunter Bambang menyampaikan bahwa selain lebih aman, penggunaan Gaslink C-cyl dapat memberikan efisiensi sekitar 10%-15% untuk penggunaan bahan bakar dalam proses memasak. "Apalagi skema pembayarannya juga sangat memudahkan, kita pakai dulu gas-nya setelah itu baru bayar," ujarnya.

Direktur Utama Gagas, Muhammad Hardiansyah menjelaskan bahwa Gaslink C-cyl adalah alternatif penyaluran gas bumi yang mengusung konsep HER atau Honest, Efficient and Reliable. Selain menyasar target industri dan komersial, Gaslink C-cyl utamanya juga ditujukan untuk pelanggan di sektor UMKM.

"Kami berharap berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh Gaslink C-cyl, termasuk sistem pembayarannya, dapat memberikan nilai tambah bagi penggunanya," ujarnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait