SKK Migas Incar Produksi Migas Nonkonvensional 70.000 BPH pada 2030

SKK Migas turut memperhitungkan potensi migas nonkonvensional dalam mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari pada 2030.
Image title
27 Desember 2021, 15:56
produksi migas nonkonvensional, skk migas
ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo

SKK Migas tengah membidik potensi produksi dari migas nonkonvensional (MNK) hingga 70 barel per hari (bph). Potensi MNK turut diperhitungkan dalam mengejar target produksi minyak 1 juta bph pada 2030.

Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara mengatakan pihaknya tengah menyiapkan kajian teknis dan ekonomis, termasuk usulan fiskal khusus untuk MNK yang lebih menarik. Dengan begitu, dia berharap produksi dari MNK dapat dimulai pada 2024.

"Produksi diharapkan dapat mulai di 2024, kalau lancar dan masif, insya Allah bisa bantu berkontribusi 50 - 70 ribu bopd di 2030," kata Benny kepada Katadata.co.id, Senin (27/12).

Menurut Benny saat ini Peraturan Menteri ESDM yang salah satunya memuat mengenai aturan MNK juga tengah dalam proses harmonisasi. Sehingga, dia berharap dapat segera terbit dalam waktu dekat.

Advertisement

Adapun pengembangan Blok MNK sendiri akan melewati beberapa tahapan. Pertama, studi. Kedua, pengeboran untuk memperoleh data-data karakteristik lapisan MNK yang diperlukan. Ketiga, pilot project dan pengeboran pengembangan secara bertahap.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya akan memasukkan MNK di Indonesia untuk turut berkontribusi dalam pencapaian target 1 juta barel. Sehingga, target nasional ini masih tetap menjadi fokus yang akan tetap dikejar lembaga di sektor hulu tersebut.

"Jadi 1 juta bph ini tetap kami posisikan (tercapai) pada 2030. Hanya saja sumbernya dari mana ini ada perubahan di perjalanannya. Kami sudah masukkan strategi baru dengan melibatkan MNK," kata Dwi.

Dwi menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini memang telah memukul pencapaian target produksi di sektor hulu migas. Setidaknya terdapat 30.000 barel per hari minyak susut akibat kondisi tersebut.

Sehingga kehadiran investor untuk mendukung capaian target produksi sangat dibutuhkan. Namun, guna mendukung peningkatan produksi, Dwi memastikan akan terus menggenjot kegiatan pengeboran sumur pengembangan di tahun depan.

Pada 2022 mendatang misalnya, SKK Migas menargetkan pengeboran sumur pengembangan dapat mencapai 900 sumur. Pasalnya, untuk mencapai target 1 juta barel, paling tidak harus ada investasi untuk kegiatan pengeboran 1000 sumur per tahunnya.

"Kemarin kami agak sangat pesimis dengan sumber daya konvensional, lihat MNK mulai tinggi maka kami juga menjadi optimis," katanya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait