Studi Israel: Dosis ke-4 Vaksin Covid-19 Tingkatkan Imun Lansia 3 Kali

Israel telah mulai menyuntikkan booster kedua atau dosis keempat vaksin Covid 19 kepada warga berusia 60 tahun ke atas bulan ini.
Image title
24 Januari 2022, 08:32
vaksin covid, covid-19, booster, israel
ANTARA FOTO/REUTERS/Benoit Tessier/hp/cf
Vaksinasi covid-19

Hasil studi yang dilakukan peneliti di Israel menunjukkan bahwa pemberian dosis keempat vaksin Covid dapat meningkatkan daya tahan atau imun hingga tiga kali lipat pada orang berusia di atas 60 tahun atau lanjut usia (lansia).

“Dosis keempat vaksin Covid kepada orang di atas 60 tahun di Israel membuat mereka tiga kali lebih resisten terhadap gejala berat daripada mereka yang hanya mendapatkan tiga dosis pada kelompok usia yang sama,” kata Kementerian Kesehatan Israel terkait hasil studi tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (24/1).

Mereka juga mengatakan bahwa dosis keempat atau booster kedua vaksin membuat lansia lebih kebal terhadap infeksi Covid-19 daripada mereka yang hanya mendapatkan satu kali booster.

Meski demikian, berdasarkan hasil awal penelitian, pemberian dosis keempat vaksin Covid memang dapat meningkatkan antibodi secara signifikan dibandingkan hanya tiga dosis, namun tidak sepenuhnya dapat melawan infeksi varian Omicron yang sangat menular.

Advertisement

Penelitian yang dilakukan oleh Sheba Centre bekerja sama dengan sejumlah universitas besar di negara itu membandingkan 400.000 lansia yang telah menerima suntikan dosis keempat atau booster kedua vaksin Covid dengan 600.000 orang dari berbagai kelompok usia yang telah menerima booster pertama empat bulan lalu.

Israel telah mulai memberikan suntikan booster kedua vaksin Pfizer/BioNTech kepada lansia di atas 60 tahun awal bulan ini seiring penyebaran Omicron. Seperti yang terjadi di dunia, angka kasus positif Covid-19 di Israel melonjak akbat varian ini, namun belum menyebabkan kematian.

Menurut data GISAID, Israel menjadi negara dengan pertumbuhan total kasus Covid-19 per 1 juta populasi tertinggi di dunia yakni mencapai 13,58%. Sampai dengan Kamis (20/1), total kasus di negara itu tercatat 2,04 juta. Pertumbuhan kasus seminggu terakhir mencapai 24,4%.

Lima negara teratas setelah Israel yaitu Denmark Norwegia, Slovenia, Jepang, dan Maladewa, namun dengan tingkat pertumbuhan kasus yang terpaut cukup jauh dengan Israel. Simak databoks berikut:

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait