Pertamina Rampungkan Survei 2D di 10.000 Titik Sepanjang 1.000 Km

Survei ini merupakan upaya eksplorasi untuk membuka potensi sumber daya migas baru. Pertamina Hulu Energi menargetkan 25.000 titik survei seismik 2D vibroseis.
Image title
8 Februari 2022, 18:31
pertamina, survei seismik, migas
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Ilustrasi migas.

Pertamina Hulu Energi (PHE) telah merampungkan 10.000 titik survei seismik dua dimensi (2D) vibroseis dari target 25.000 titik yang terbentang sepanjang 1.000 kilometer di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Direktur Eksplorasi PHR Medy Kurniawan mengatakan survei seismik 2D vibroseis merupakan salah satu upaya eksplorasi membuka potensi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) baru dengan pengambilan data bawah permukaan di area sub vulkanik.

"Saat ini survei seismik dua dimensi vibroseis telah rampung di Jawa Barat, sebagian besar area di Jawa Tengah, dan telah memulai pekerjaan topografi di sebagian area Jawa Timur," kata Medy dalam keterangan tertulis, Selasa (8/2).

Pelaksanaan survei akan menggunakan truk vibroseis sebagai sumber seismik yang akan bekerja di sepanjang jalan yang sudah ditentukan. Dalam survei ini juga digunakan wireless technology receiver yang hanya cukup ditancapkan di permukaan tanah, sehingga memiliki nilai efisiensi yang lebih baik.

Advertisement

Dukungan teknologi vibroseis dan wireless technology receiver menjadikan kegiatan survei ini lebih ramah lingkungan dibanding metoda seismik pada umumnya, yaitu dengan menggunakan explosive seismic source.

Saat ini, kegiatan survei seismik dua dimensi vibroseis berjalan dengan aman, lancar, menerapkan protokol pencegahan COVID-19 yang ketat dan telah mencatatkan 552.528 jam kerja tanpa kecelakaan dan insiden.

Pejabat Sementara Vice President Exploration Technical Excellence & Coordination Subholding Upstream Pertamina Farid Rochmadianto menjelaskan pihaknya melaksanakan kegiatan audit dan review kinerja operasi kegiatan survei seismik dua dimensi vibroseis di area Caruban.

Saat ini area tersebut menjadi basecamp atau command centre (pusat kendali) sebagai upaya menciptakan operation excellent pada kegiatan operasi di lingkungan eksplorasi.

"Kegiatan audit dan review kinerja operasi yang dilakukan ini menandai progress vibroseis di atas 10.000 titik vibroseis dari target 25.000 titik vibroseis yang direncanakan," ujar Farid.

Farid mengharapkan audit dan review ini dapat meningkatkan kualitas pekerjaan yang sejalan dengan kepatuhan terhadap HSSE dan implementasi nyata nilai-nilai AKHLAK dalam seluruh kegiatan operasional. Ia juga mengapresiasi kinerja positif yang telah dicapai secara on time on budget on schedule (OTOBOS).

Dalam pelaksanaan kegiatan seismik vibroseis, jajaran fungsi eksplorasi, HSSE dan Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina dan Elnusa selalu melakukan kegiatan sosialisasi langsung ke masyarakat dan stakeholder terkait di masing masing daerah.

"Selain sosialisasi sebelum pelaksanaan pekerjaan, upaya restorasi dan reklamasi pada area terdampak harus selalu dilakukan sebelum meninggalkan lokasi survei seismik," pungkas Farid.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait