Mengenal Kawasan Industri Batang yang Jadi Incaran Investasi Tesla

Sejumlah perusahaan besar di industri baterai kendaraan listrik hingga produsen mobil listrik berinvestasi di kawasan industri Batang. Termasuk Tesla yang disebut akan investasi tahun ini.
Image title
20 Mei 2022, 16:34
kawasan industri batang, kawasan industri terpadu batang, investasi tesla, investasi mobil listrik, kendaraan listrik, ekosistem kendaraan listrik
KemenPUPR
Foto udara Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Produsen mobil listrik Tesla dikabarkan akan berinvestasi di Indonesia tahun ini. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Elon Musk, CEO Tesla, melirik kawasan industri Batang, Jawa Tengah, sebagai lokasi investasinya di Indonesia.

Bahlil mengatakan bahwa Tesla tertarik untuk berinvestasi pada dua hal yakni ekosistem baterai dan pabrik mobil listrik. “Tesla Insya Allah akan masuk ke Indonesia, pada dua bagian investasi besar,” ujarnya dalam Road to G20: Investment Forum “Mendorong Percepatan Investasi Berkelanjutan dan Inklusif”, Rabu (18/5).

Bahlil mengatakan bahwa Jawa Tengah akan menjadi pusat kawasan industri terbaik di Indonesia, yaitu di Batang. Pemerintah telah menyiapkan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sebagai kawasan pengembangan baterai kendaraan listrik sejak beberapa tahun terakhir.

“Di sana akan ada perusahaan-perusahaan besar, seperti LG, Foxconn, kemudian Tesla pun Insya Allah akan masuk ke sana, dan beberapa perusahaan lain termasuk pabrik kaca yang konstruksinya sudah dimulai,” kata Bahlil.

Advertisement

Mengutip laman Central Java Investment Platform (CJIP), cjip.jatengprov.go.id, pengembangan kawasan industri Batang sesuai road map atau peta jalannya dibagi menjadi 3 klaster dengan klasifikasi industri sebagai berikut:

  1. Klaster 1 seluas ± ± 3.100 hektare (ha), diperuntukkan bagi industri manufaktur, mebel, makanan dan minuman, pergudangan, garmen, otomotif, baterai tekstil, dan industri kimia.
  2. Klaster 2 seluas ± 800 ha, industri makanan & minuman, Industri ICT & Elektronik Pergudangan.
  3. Klaster 3 seluas ± 400 ha, Penelitian & Pengembangan dan Komersial (studi masih berlangsung).

Pengembangan KIT Batang direncanakan secara bertahap yaitu tahap I, lahan yang akan dikembangkan seluas ± 450 ha dari total luas Klaster 1 ± 3.100 ha. Berikut rencana investasi untuk Klaster 1 seluas ± 3.100 hektar dan tahap 1 seluas ± 450 hektar.

Kawasan industri Batang dibangun dan dikelola oleh konsorsium yang terdiri dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara IX, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) dan Perusahaan Daerah Batang Aneka Usaha (Perumda Aneka Usaha) di Kabupaten Batang.

Daftar Insfrastruktur di Kawasan Industri Batang Pada kawasan industri di Batang, Jawa Tengah, ada beberapa infrastruktur yang dibangun. Berikut ini daftarnya, melansir dari situs Kementerian PUPR:

  1. Simpang susun akses ke kawasan industri yang terhubung dengan Jalan tol Batang – Semarang. Akses Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang ini memiliki panjang 3,1 kilometer dengan rencana anggaran Rp 450 miliar.
  2. Jalan kawasan 1A dengan panjang 5 kilometer dan Jembatan Kali Mata Air 120 meter dengan anggaran Rp 185 miliar.
  3. Jalan kawasan 1B dengan panjang 3,6 kilometer dan Jembatan Kali Kembar 80 meter dengan anggaran Rp 163 miliar.
  4. Bendungan Sungai Urang dengan luas 29,32 meter persegi dan Bendungan Kedung Langgar 142 hektare. Melalui bendungan ini maka kebutuhan air baku bisa terpenuhi. Lalu, ada pula penganganan untuk drainase di mata air dengan panjang 400 meter, brontok 770 meter, pelabuhan 861 meter, dan pesanggrahan 100 meter.
  5. Tempat pengelolaan sampah terpadu kapasitas 35 ton per hari.
  6. Sistem penyediaan air minum dengan kapasitas 285 lima per detik.
  7. Instalasi pengolahan air limbah dengan kapasitas 18 ribu meter persegi per hari.
  8. Tower tumah susun untuk pekerja di sekitar Kawasan Industri Batang sebanyak 10 tower dengan tinggi lima lantai, luas 5.735 meter persegi, dan kapasitas 257 orang.

“Pembangunan kawasan industri ini merupakan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitas pemerintah, seperti jalan, air, sanitasi dan perumahan. Sehingga investor hanya perlu membangun pabrik dan langsung beroperasi,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Adapun pembangunan Simpang Susun (SS) Akses KIT Batang yang merupakan bagian dari ruas Jalan Tol Batang - Semarang sepanjang 3,1 km telah selesai dibangun. Pembangunan SS KIT Batang dilakukan mulai November 2020 hingga Juli 2021 dengan nilai kontrak sebesar Rp 142,3 miliar.

Selanjutnya, KemenPUPR melalui Ditjen Bina Marga tengah melakukan pembangunan jalan KIT Batang sepanjang 50 km secara multi years contract (MYC) 2020-2022. Pembangunan jalan ini terbagi menjadi empat paket pekerjaan.

Paket I.1.A sepanjang 4,27 km senilai Rp198,9 miliar sudah selesai dikerjakan, Paket I.1.B sepanjang 3,66 km Rp167,5 miliar selesai dikerjakan. Selanjutnya, Paket I.2 sepanjang 7,85 km Rp349,8 miliar dengan progres fisik 48,2%, Paket I.3 sepanjang 14,84 km Rp563,8 miliar dan Paket I.4 sepanjang 19,17 km Rp636,5 miliar dengan progres fisik 34,48%.

Dukungan bidang Sumber Daya Air, KemenPUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ditjen SDA menyiapkan pembangunan Bendung Sungai Urang seluas 29,32 m3 dan Bendung Kedung Langgar seluas 142 hektar.

Pembangunan bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan air baku serta penanganan drainase di empat titik, yakni Sungai Mata Air sepanjang 400 meter, Sungai Brontok 770 meter, Sungai Pelabuhan 861 meter, dan Sungai Pesanggrahan 100 meter.

Sementara di bidang permukiman, KemenPUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah melakukan tiga pekerjaan di KIT Batang. Ketiga pekerjaan tersebut yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

“Untuk mendukung KIT Batang kami membangun SPAM berkapasitas 285 liter/detik, IPAL berkapasitas 18.000 m3/hari dan TPST berkapasitas 35 ton/hari,” ujar Kepala BPPW Jawa Tengah Cakra Nagara.

Kemudian, di bidang perumahan saat ini tengah dibangun rumah susun pekerja dengan tipe barak setinggi lima lantai. Total rusun yang akan dibangun berjumlah 10 tower yang terbagi menjadi tiga paket. Paket I terdiri dari 4 tower, Paket II dan III masing-masing tiga tower.

Berdasarkan data per 28 Maret 2022, progres pengerjaan proyek rusunawa itu terealisasi sebesar 92,342% dengan total waktu pengerjaan 300 hari.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait