Anggaran Kurang, Perbaikan Jalan Rusak Tidak Bisa Didanai KPBU

Andi M. Arief
30 Juni 2022, 06:56
jalan rusak, jalan nasional, kementerian pupr,
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj.
Pengendara motor melintasi jalan yang rusak di Jalan Raya Rangkasbitung-Jakarta di Lebak, Banten, Jumat (28/1/2022).

Kementeian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan kekurangan dana preservasi atau perbaikan jalan rusak tidak bisa ditambal dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pertimbangannya, kemampuan fiskal negara tidak cukup untuk memastikan pengembalian investasi jika KPBU dilakukan. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan saat ini telah ada setidaknya empat proyek KPBU jalan non-tol.

Advertisement

Proyek yang dimaksud adalah Preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatra Selatan, Preservasi Jalintim Riau, perbaikan maupun duplikasi 37 jembatan dengan desain Callender Hamilton, dan Jalan Trans Papua.

"Kalau semua (proyek perbaikan jalan) di-KPBU, tiap tahun kita (akan) bayar utang saja dan tidak ada kegiatan (baru)," kata Hedy di Gedung DPR, Rabu (29/6).

Alokasi anggaran akhir untuk program perbaikan jalan dan jembatan pada 2022 hanya mencapai Rp 18,02 triliun. Hal ini disebabkan oleh sempitnya sisa anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) setelah dikurangi oleh proyek-proyek commited 2022 senilai Rp 19,29 triliun atau 48,57% dari total anggaran DJBM.

Hedy mencatat kebutuhan anggaran perbaikan jalan pada 2022 mencapai Rp 50,88 triliun. Sementara itu, anggaran perbaikan jalan dan jemabtan yang disetujui hanya senilai Rp 14,9 triliun.

Pada 2023, alokasi preservasi jalan yang diajukan adalah Rp 24,65 triliun. Akan tetapi, total anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai target kemantapan jalan sepanjang 93,92% adalah Rp 69,2 triliun.

Jalan mantap adalah gabungan dari jaan dengan kondisi baik dan sedang. Sementara itu, jalan tidak mantap adalah gabungan dari jalan dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement