Pemerintah Tambah Kuota Pertalite jadi 29 Juta KL, Solar 17,4 Juta KL

Kementerian ESDM memastikan kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar akan ditambah untuk menjamin ketersediaannya bagi masyarakat hingga akhir tahun ini.
Muhamad Fajar Riyandanu
3 Oktober 2022, 11:10
bbm bersubsidi, kuota, pertalite, solar, kuota bbm
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Pemerintah tambah kuota BBM bersubsidi Pertalite dan Solar untuk menjamin ketersediaannya bagi masyarakat sampai akhir tahun ini.

Pemerintah memastikan adanya penambahan kuota BBM bersubsidi Pertalite dan Solar pada tahun ini. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, adanya tambahan kuota dimaksud untuk menjamin pasokan BBM bersubsidi akibat lonjakan konsumsi.

"Ya. Ada penambah kuota untuk menjamin ketersediaan bagi masyarakat," kata Tutuka melalui pesan singkat kepada Katadata.co.id, Senin (3/10).

Sebelumnya, rencana penambahan kuota disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Dia menyebut, kuota BBM jenis Pertalite akan ditambah menjadi 29 juta kilo liter (KL) dari posisi awal tahun di angka 23,05 juta KL. Sementara solar ditambah menjadi 17,4 juta KL dari kuota yang disiapkan 15 juta KL.

"Pertalite dan Solar akan tetap ada dan tersedia," kata Suahasil Nazara dalam Energy Corner CNBC beberapa waktu lalu, Senin (5/9).

Advertisement

Suahasil menambahkan, estimasi subsidi energi menjadi sekira Rp 650 triliun setelah pemerintah menaikan harga jual Solar dan Pertalite. Hal tersebut sudah termasuk hitungan menggunakan tambahan volume kuota BBM bersubsidi yang baru.

"Kami lihat kalau nanti tambahan kuota berapa lagi yang perlu dikomunikasikan dengan DPR, kalau tidak bisa dialokasikan tahun ini, akan dibayarkan 2023," ujar Suahasil.

Dalam catatan bulanan Pertamina, penyaluran Pertalite hingga Agustus sudah mencapai 19,5 juta KL atau 83% dari total kuota tahun 2022 sebanyak 23,05 juta kl. Dengan demikian kuota yang tersisa hanya 3,55 juta KL untuk konsumsi hingga akhir tahun.

Sedangkan penyaluran solar sudah mencapai 10,9 juta KL atau 74% dari total kuota sebesar 14,9 juta kl. Sehingga hanya tersisa 4 juta KL untuk konsumsi.

Sementara itu, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman meyampaikan, konsumsi Pertalite hingga akhir tahun diprediksi menyentuh angka 29,85 juta KL. Angka ini lebih tinggi 6,8 juta kl dari kuota Pertalite yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun ini sejumlah 23,05 juta kl.

"Dari hitung-hitungan yang kami buat sampai diakhir Desember nanti total konsumsi tahunan Pertalite itu bisa mencapai tambahan 6,8 juta kl atau 29 juta sekian," kata Saleh saat menjadi pembicara diskusi daring MNC Trijaya bertajuk 'Pembatasan Penggunaan BBM Subsidi, untuk Siapa?', Selasa (27/9).

Dia menjelaskan, peningkatan penyerapan BBM Pertalite disebabkan oleh menggeliatnya aktivitas ekonomi usai meredanya Pandemi Covid-19.

Meningkatnya pergerakan masyarakat membuat konsumsi BBM Pertalite ikut melonjak. Saleh pun optimis Kementerian Keuangan dapat memberi restu penambahan kuota BBM bersubsidi Pertalite dan Solar.

"Di satu sisi ini positif, ekonomi meningkat, tapi permintaan BBM juga meningkat. Kami optimis peningkatan kouta ini bisa ditambah sehinga masyarakat tetap dapat mengonsumsi," tutur Saleh.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait