OPEC+ Gagal Capai Target Produksi Minyak, Arab Saudi Turun Terbesar

Happy Fajrian
12 Desember 2022, 15:38
produksi minyak, opec, harga minyak
Katadata
Logo OPEC.

Negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya, atau lebih dikenal dengan OPEC+, dilaporkan kembali gagal mencapai target produksi minyak mentah meski target tersebut telah diturunkan sebesar 2 juta barel per hari (bph).

Menurut laporan dari Argus, produksi minyak 19 negara anggota OPEC+ pada November turun menjadi 38,29 juta bph, 1,81 juta bph di bawah kuota yang telah dikurangi. Capaian tersebut juga 310.000 bph lebih rendah dari produksi Oktober.

Adapun kuota produksi November adalah pengurangan sebesar 2 juta bph dari level Oktober, meski dipahami bahwa berbagai pihak meragukan kemampuan OPEC+ untuk mencapai target produksi tersebut.

Menurut laporan Argus, anggota non-OPEC dari kelompok OPEC+ mampu mencapai tingkat produksi yang lebih baik daripada anggota OPEC, dengan tingkat produksi gabungan yang meningkat sebesar 460.000 bph yang merupakan tertinggi dalam delapan bulan.

“Sebagian peningkatan produksi itu berasal dari Kazakhstan yang mengalami peningkatan produksi 330.000 bph, dan Rusia yang meningkat 190.000 bph setelah memulai kembali Sakhalin 1,” tulis laporan Argus seperti dikutip Oilprice.com, Senin (12/12).

Sedangkan produksi minyak mentah anggota OPEC turun 770.000 bph untuk November, level terendah enam bulan. Penurunan produksi dipimpin oleh Arab Saudi, yang produksinya berkurang 440.000 bph.

Produksi minyak Rusia mengalami peningkatan sebesar 190.000 bph, namun menurut laporan Argus, capaian tersebut masih 670.000 bph di bawah target produksi negara tersebut.

Beberapa anggota OPEC+ lainnya juga gagal mencapai target produksinya seperti Nigeria 530.000 bph di bawah target, Angola 350.000 bph di bawah target, dan Malaysia 170.000 bph di bawah target.

Anggota grup yang memenuhi atau melampaui target produksinya adalah Oman, Kazakhstan, Bahrain, Irak, Kuwait, UEA, Aljazair, dan Gabon. Secara keseluruhan, anggota non-OPEC produksinya 92.000 bph di bawah target, sedangkan anggota OPEC 90.000 bph di bawah target.

Harga minyak mentah telah turun secara substansial minggu ini, mendorong beberapa orang memperkirakan bahwa kelompok OPEC+ dapat memangkas produksi minyak untuk menopang harga minyak mentah.

Minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di level US$ 76,16 per barel, sedangkan minyak mentah Amerika Serikat (AS) semakin mendekati level US$ 70 per barel, tepatnya di US$ 71,20 per barel.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait