Dirikan Posko hingga Sebar SPKLU, PLN Jaga Keandalan Listrik Nataru

PLN mengamankan pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik untuk menjaga ketahanan pasokan energi pada masa libur nataru, termasuk menyebar 569 unit SPKLU.
Muhamad Fajar Riyandanu
20 Desember 2022, 11:28
pln, listrik, nataru, spklu
ANTARA FOTO/Jojon z.
Pekerja melakukan pemeliharaan jaringan distribusi di Kecamatan Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (20/11/2022).

PLN menjamin ketahanan pasokan listrik masa siaga Nataru 2022/2023 selama periode 19 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pihaknya telah meningkatkan keandalan pada instalasi pembangkit, transmisi, dan distribusi.

Selain itu PLN juga telah mengamankan pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik batu bara, gas, dan diesel. Rata-rata, ketahanan pasokan energi primer berada di 20 hari operasi (HOP). PLN juga menyiapkan 2.571 posko selama masa momentum Nataru. Ribuan posko tersebut mayoritas berdiri di kantor-kantor PLN.

"Pengalaman Agustus 2019 kami pernah mengalami blackout, krisis energi primer, kali ini untuk menghadapi Nataru kami persiapkan semuanya, baik dari pasokan energi primernya batu bara, pasokan dari gas dan pasokan dari BBM," ujarnya saat Apel Siaga Nataru 2022/2023 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (20/12).

Untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Nataru tahun ini, PLN meyediakan 1.505 unit genset, 653 unit uninteruptable power supply (UPS), 899 unit gardu bergerak (UGB), 16 unit trafo mobile, 37 unit ERS Standby, 160 unit crane, 3.296 unit mobil, dan 3.293 unit motor.

"Seluruh kantor kami menjadi posko siaga untuk Nataru. Total laporan lebih dari 1.000 kantor kami menjadi posko siaga," ujar Darmawan.

Guna menyediakan fasilitas bagi pengemudi kendaraan listrik. PLN juga telah menyiapkan 569 SPKLU di 237 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan sebaran masing-masing 155 unit di Pulau Jawa, 34 unit di Bali, dan 23 unit di Sumatera. Selain itu ada juga 11 unit SPKLU di area Sulawesi Maluku-Papua, 10 unit di Kalimantan dan 4 unit di Nusa Tenggara.

"Personel kami mulai siaga dari pagi hari ini sampai di awal tahun depan. Setiap gereja, alun-alun, rumah sakit, tempat perayaan natal dan tahun baru tolong dijaga," kata Darmawan.

Wakil Presiden Eksekutif PLN, Dispriansyah, mengatakan langkah PLN untuk memperbanyak jumlah SPKLU ditujukan untuk memberi rasa nyaman kepada para pengendara mobil listrik yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh.

Adapun ratusan SPKLU tersebut tersebar di berbagai lokasi strategis seperti bank, mal, restoran cepat saji, perkantoran, operator jasa transportasi hingga diler kendaraan bermotor. Bahkan sebanyak 100 unit SPKLU telah dibangun di gerai-gerai restoran cepat saji KFC.

"Kami dari PLN membantu kenyaman masyarakat yang akan menggunakan mobil listrik untuk beraktivitas. Semoga ini membantu kenyamanan masyarakat dalam melakukan pergerakan," ujarnya.

Konsumsi Listrik Diproyeksi Naik 25% Saat Nataru

PLN juga memperkirakan tingkat konsumsi listrik pada momentum Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 akan meningkat. Peningkatannya dapat mencapai 25% dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut tak terlepas dari kondisi aktivitas masyarakat yang lebih mobile setelah meredanya Pandemi Covid-19. “Tahun ini kami perkirakan beban Nataru lebih tinggi 6% hingga 25% dibandingkan periode Nataru tahun lalu,” ujarnya.

Sedangkan untuk tahun depan PLN memperkirakan adanya kenaikan penjualan tenaga listrik sekitar 6 terawatthour (TWh) dari tahun 2022. Dengan peningkatan tersebut PLN memproyeksikan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik mencapai 161,2 juta ton.

Direktur Pengembangan PLN Batu Bara, Eko Yuniarto, menjelaskan bahwa besaran angka tersebut sudah memperhitungkan variabel stok batu bara minimum hari operasi (HOP) antara 15 hingga 20 hari.

"Pertumbuhan penjualan tenaga listrik konsolidasi sebesar 4,23%, peningkatan tersebut dikarenakan terdapat penambahan injeksi pelanggan besar," kata Eko.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait