Negara Eropa Tujuan Ekspor Batu Bara RI 2022: Kroasia dan Latvia Debut

Kroasia dan Latvia menjadi dua negara Eropa yang untuk pertama kalinya menjadi pasar untuk ekspor batu bara Indonesia seiring krisis energi yang melanda Benua Biru.
Muhamad Fajar Riyandanu
19 Januari 2023, 18:49
ekspor batu bara, eropa, uni eropa
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (29/11/2022).

Sejumlah negara Eropa belakangan tengah mencari sumber energi alternatif seiring adanya dampak krisis energi yang disebabkan oleh perang Rusia dan Ukraina sejak awal tahun 2022 dan masih berlangsung hingga kini.

Guna menekan dampak krisis energi, sejumlah negara kembali menggunakan energi fosil batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Salah satu upaya yang dilakukan yakni menjalin kontrak jual beli batu bara dengan Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya permintaan batu bara dari beberapa negara Eropa yang sebelumnya tidak melakukan pembelian dari Indonesia.

Permintaan batu bara umumnya datang dari negara yang terkena dampak krisis energi akibat aksi Rusia yang menghentikan ekspor batu bara ke Eropa ada awal Agustus 2022, serta memangkas aliran gas melalui jalur pipa Nord Stream 1.

Langkah Rusia merupakan sikap balasan terhadap sejumlah sanksi yang dijatuhkan kepada Moskow atas aksi militernya di Ukraina.

Langkah yang dilakukan UE dibalas dengan tindakan Rusia yang menghentikan pasokan gas ke sejumlah anggota UE seperti Jerman, Prancis dan Italia. Mengutip catatan BPS, berikut daftar negara Eropa yang membeli batu bara Indonesia untuk menekan krisis energi:

1. Polandia

Peningkatan volume ekspor batu bara ke kawasan Eropa terasa signifikan seiring langkah Polandia yang menjadi pengekspor batu bara terbesar Indonesia dari Eropa yang mencapai 2,38 juta ton senilai US$ 338,15 juta sepanjang tahun 2022. Sebelumnya pada 2021 tidak ada permintaan batu bara dari Polandia.

Kepala Kamar Dagang Batu bara Polandia Lukasz Horbacz mengatakan, penurunan impor dari Rusia dimulai pada Januari ketika Moskow mulai mengirim tentara ke Ukraina. "Tetapi alasan utama dari kelangkaan ini adalah embargo yang langsung berlaku. Itu membuat pasar terbalik," ujarnya kepada Reuters.

Pada 2021, Polandia mengimpor 12 juta ton batu bara, 8 juta ton di antaranya berasal dari Rusia dan digunakan oleh rumah tangga dan pabrik pemanas kecil. Pada Juli 2022, Polandia memerintahkan dua perusahaan milik negara untuk mengimpor beberapa juta ton bahan bakar dari sumber lain termasuk Indonesia, Kolombia dan Afrika.

Polandia juga memperkenalkan subsidi untuk pemilik rumah yang menghadapi lonjakan harga batu bara dua kali lipat atau tiga kali lipat dibandingkan musim dingin lalu. "Sebanyak 60% dari mereka yang menggunakan batu bara untuk pemanas mungkin terpengaruh oleh kemiskinan akibat harga energi," kata Horbacz.

2. Italia

Sama seperti Polandia, Italia tidak mengimpor batu bara dari Indonesia pada 2021. Namun hal itu terbalik pada tahun 2022. BPS mencatat volume ekspor batu bara RI ke Italia masuk urutan dua besar dalam torehan ekspor emas hitam ke benua biru, dengan jumlah 1,52 juta ton senilai US$ 418,14 juta.

Satu diantara para produsen domestik yang mengirim batu bara ke Italia adala PT Bukit Asam atau PTBA. PTBA turut mengambil peluang krisis energi dengan menandatangani kontrak ekspor batu bara ke Italia sebanyak 140.000 metrik ton (MT) pada semester I.

3. Belanda

Setelah Italia ada Belanda dengan volume pengiriman 1,03 juta ton dengan nilai US$ 167 juta. Untuk menghemat konsumsi gas, sejumlah negara-negara Eropa seperti Belanda kembali menyalakan kembali PLTU batu bara.

4. Kroasia

Kroasia pada sepanjang Januari-Desember 2022 mengekspor batu bara RI sejumlah 208,78 ribu ton dengan nilai US$ 46,13 juta atau setara Rp 698,36 miliar. Ekspor batu bara pada tahun 2022 itu merupakan kontrak pembelian pertama kali dalam sejarah belanja batu bara RI.

5. Swiss

Swiss juga tercatat sebagai salah satu negara Eropa tujuan ekspor batu bara RI pada 2022. Sepanjang tahun tersebut, Indonesia mengirim 111,39 ribu ton batu bara dengan nilai US$ 15,54 juta. Selain kontrak ekspor pada 2022, negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari Pegunungan Alpen juga tercatat membeli 54,24 ribu ton baru bara RI pada 2019.

6. Slovenia & Spanyol

Slovenia dan Spanyol menjadi negara Eropa yang paling sering mengekspor batu bara RI. Slovenia tercatat sebagai pembeli batu bara RI dengan total volume pengiriman 285,6 ribu ton dalam kurun periode Januari-Desember 2022.

Meski begitu, ekspor dari negara pecahan Yugoslavia itu turun sekira 10,6% dari ekspor tahun sebelumnya sejumlah 319 ribu ton. Slovenia juga menjadi langganan dan tak pernah absen membeli batu bara RI sejak 2012 atau satu dekade terakhir.

Sementara itu, Spanyol menjalin kontak pembelian dengan volume 245,2 ribu ton senilai US$ 23,2 juta. Spanyol juga menjadi pasar potensial batu bara RI dengan hanya satu kali absen pada 2020 dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

7. Jerman & Latvia

Kemudian ada negara-negara lainnya seperti Jerman dan Latvia yang sama-sama membeli 60,5 ribu ton batu bara RI. Ekspor Jerman sejalan dengan keputusan negara tersebut memperpanjang operasi komersial dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara hingga Maret 2024.

Pengiriman emas hitam ke Negeri Bavaria dalam periode Januari hingga Desember 2022 itu menorehkan nilai ekspor sebesar US$ 5,20 juta atau sekira Rp 78,34 miliar.

Jerman kembali melakukan ekspor batu bara RI setelah mereka menjalin transaksi terakhir kali pada 2018 silam dengan volume 2,9 ribu ton. Sementara ekspor Latvia pada 2022 merupakan kontrak pembelian pertama kali dalam sejarah belanja batu bara RI.

8. Makedonia & Yunani

Makedonia dan Yunani sama-sama mengekspor batu bara RI sejumlah 44 ribu ton dengan nilai masing-masing US$ 5,95 juta dan US$ 8,36 juta. Makedonia kembali melakukan ekspor batu bara RI setelah mereka menjalin transaksi terakhir kali pada 2014 silam dengan volume 33 ribu ton.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait