Tingkat Polusi Udara di Jakarta Masih Tinggi Meski Trennya Turun

Muhamad Fajar Riyandanu
25 Januari 2023, 19:36
polusi udara, jakarta,
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Alat berat mengeruk endapan sampah dengan latar belakang gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Selasa (20/4/2021). Berdasarkan data "World Air Quality Index" pada Selasa (20/4) pukul 10.00 WIB tingkat polusi udara di Jakarta berada pada angka 174 yang menunjukkan bahwa kualitas udara di Ibu Kota termasuk kategori tidak sehat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan terjadi penurunan terhadap sebaran polutan berbahaya partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron atau PM2,5 penyebab polusi udara dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Yusiono Supalal, menyampaikan rata-rata konsentrasi PM2,5 pada 2022 berada di Nilai Ambang Batas (NAB) 37,33 µgram/m3 atau masuk dalam kategori sedang. Angka ini jauh berada di bawah NAB kategori baik di angka 0-15,5 µgram/m3.

Hasil pengukuran itu diperoleh dari lima Stasiun Pengukuran Kualitas Udara (SPKU) yang terletak di Kecamatan Kelapa Gading, Jagakarsa, Kebon Jeruk, Cipayung, dan Menteng. Adapun toleransi NAB konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada di angka paling ketat 65 µgram/m3.

NAB PM2,5 di wilayah Jakarta pada 2022 sedikit lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang tercatat berada di 39,18 pada 2021. Skor tersebut lebih besar pada 2020 dengan NAB 39,50 dan pernah mencapai 48,27 pada 2019.

"Biasanya terjadi puncaknya pada musim panas. Siklus tahunan kondisi kering, lalu perputaran udara dan debu meningkatakan pencemaran udara. Di mana pun, bukan hanya di Jakarta," kata Yusiono dalam diskusi daring bertajuk 'Mengawal Kebijakan Udara Bersih Jakarta' pada Rabu (25/1).

Melalui hasil inventarisasi emisi polusi udara yang dirilis oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, didapati bahwa sumber polusi udara di Jakarta mayoritas berasal dari sektor transportasi atau kendaraan untuk polutan Nitrogen Oksida (Nox), Karbon Monoksida (CO), PM2,5 dan PM10. "Ini yang harus dikendalikan," ujar Yusiono.

Menurut laporan harian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 25 Januari 2023. NAB PM2,5 di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat berada di rata-rata skor sedang dengan angka puncak 33.20 µgram/m3 pada pukul 12.00.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait