Cheetos, Doritos, Lay’s, Korban Pecah Kongsi Indofood CBP dan PepsiCo

Cheetos mulai diperkenalkan kepada konsumen Indonesia pada 1993. Saat ini Cheetos memiliki beberapa varian rasa yang unik untuk pasar Indonesia.
Image title
18 Februari 2021, 17:06
cheetos, indofood, pepsico, makanan ringan
Facebook/CheetosIndonesia
Cheetos akan berhenti diproduksi di Indonesia mulai Agustus 2021 bersama dua produk makanan ringan PepsiCo lainnya yang dilisensikan kepada PT Indofood Fritolay Makmur, yakni Doritos dan Lay's.

Merek makanan ringan Cheetos, Doritos, dan Lay’s akan segera pamit dari pasar Indonesia. Ini merupakan dampak dari pecahnya kongsi antara PT Indofood CBP Sukses Makmur dengan PepsiCo di PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).

Indofood Fritolay merupakan perusahaan patungan yang 49% sahamya dimiliki Fritolay Netherlands Holding B.V., sebuah perusahaan terafiliasi PepsiCo, dan sisanya dimiliki Indofood CBP. Kemitraan dua perusahaan ini telah terjalin sejak tahun 1990 atau selama 30 tahun.

Dengan berakhirnya kemitraan ini, Indofood Fritolay memiliki masa transisi untuk menghentikan produksi, penjualan, dan distribusi ketiga merek makanan ringan hasil lisensi PepsiCo selama enam bulan atau hingga 18 Agustus 2021.

"Selanjutnya IFL akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk PepsiCo di Indonesia pada bulan Agustus 2021," jelas manajemen PepsiCo melalui siaran pers.

Namun akuisisi ini juga menghasilkan kesepakatan lain. PepsiCo dan afiliasinya sepakat untuk tidak memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan yang bersaing dengan produk-produk IFL di Indonesia selama tiga tahun sejak Agustus 2021.

Kabar berhentinya produksi dan penjualan Cheetos, Doritos, dan Lay’s pun sempat trending di media sosial. Banyak warganet yang mengaku sedih karena akan kehilangan makanan ringan yang telah menjadi cemilan mereka selama bertahun-tahun.

Akun Instagram Lays Indonesia yang memposting foto diskon 50% pembelian Lays, Doritos da Cheetos dibanjiri emoticon tangisan dari nitizen. “Mengheningkan cipta MULAI!!!” tulis akun Instagram milik @dickypangestu23.

Heboh kabar Lays, Doritos dan Cheetos tidak lagi ada di Indonesia nanti juga ramai dibicarakan di laman Twitter, tagar Lays pun masuk 5 besar trending topic. Meskipun masih ada warganet yang menganggap masih ada merek makanan ringan lainnya yang memiliki produk yang sama.

“Gaada Doritos masih ada Miatos, gaada Lays masih ada Piattos, gaada Cheetos masih ada Twitsko. Tenang ada solusi disetiap ujian,” tweet @hubbymarkl.

Meski demikian, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini masih menilai Indonesia memiliki prospek industri makanan ringan yang kuat, dan akan terus menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjangnya. Ke depannya PepsiCo akan terus menawarkan produk Quaker Oat di Indonesia.

Ini bukan pertama kalinya Indofood dan PepsiCo berpisah. Pada Oktober 2019 lalu dua perusahaan ini memutuskan untuk tidak memperpanjang kerja sama dalam produksi, penjualan, dan distribusi produk minuman berkarbonasi, Pepsi Cola, melalui PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM).

Perusahaan ini 99,99% sahamnya dimiliki oleh Indofood CBP. Sejak berakhirnya kemitraan tersebut, minuman ringan berkarbonasi Pepsi Cola menjadi sulit untuk ditemukan di gerai-gerai mini market atau super market besar.

Gedung Indofood Tower.
Gedung Indofood Tower. (KATADATA / Agung Samosir)

 

30 Tahun Bisnis Makanan Ringan Indofood Fritolay

IFL merupakan awal masuknya Indofood CBP ke bisnis makanan ringan. Sejak itu IFL telah memproduksi sejumlah merek makanan ringan yang sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia seperti Chiki Balls, Chitato, JetZ, dan Qtela, termasuk Cheetos, Doritos, dan Lay’s yang merupakan lisensi dari PepsiCo.

Indofood CBP mengklaim Chitato sebagai pemimpin pasar di industri makanan ringan, sedangkan Qtela pemain nomor satu di kategori makanan ringan tradisional. Saat ini masing-masing merek makanan ringan tersebut memiliki beberapa varian upaya untuk memperluas portofolio produk.

Divisi makanan ringan perusahaan saat ini mengoperasikan tiga pabrik yang berlokasi di Jawa, dengan total kapasitas produksi hingga 50 ribu ton per tahun. Lini bisnis ini berkontribusi sebesar 6,3% atau Rp 2,14 triliun dari total penjualan perusahaan pada kuartal III 2020 yang mencapai Rp 33,89 triliun.

Hingga kuartal III 2020, pertumbuhan bisnis makanan ringan anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini berhasil tumbuh sebesar 2,8%, tidak berbeda dengan capaian pada periode sebelumnya yang juga tumbuh di angka tersebut.

Sedangkan Cheetos mulai diperkenalkan untuk konsumen Indonesia pada 1993, yang kemudian diikuti Lay’s dan Doritos. Adapun varian rasa ketiga merek makanan ringan ini di Indonesia berbeda dengan yang tersedia di negara lain.

Setelah masa transisi berakhir pada Agustus mendatang, konsumen di Indonesia harus menunggu selama tiga tahun, atau sampai 2024 sebelum bisa merasakan makanan ringan besutan PepsiCo ini.

"Kami berharap dapat kembali lagi ke pasar Indonesia dengan produk kami seperti Lays, Doritos dan Cheetos sesegera mungkin, untuk kembali menciptakan lebih banyak senyuman di setiap tegukan dan setiap gigitan," ujar pernyataan resmi Pepsico.

Video Pilihan

Artikel Terkait