Gaspol dan Cyberjek, Dua Penantang Terbaru Gojek dan Grab

Saat ini total ada delapan pemain di industri ride hailing.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
9 September 2019, 16:36
industri ride hailing, gojek, grab, penantang grab, ojek online
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ojek online melintas di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur. Industri ride hailing kedatangan dua pemain baru sekaligus menjadi penantang dua pemain besar yang telah ada sebelumnya, Gojek dan Grab.

Bisnis berbagi tumpangan (ride hailing) kini kehadiran lagi dua pendatang baru sekaligus menjadi kompetitor bagi dua pemain besar yang telah ada sebelumnya, Gojek dan Grab. Mereka adalah Gaspol dan Cyberjeck, dua perusahaan ride hailing asal Depok yang menawarkan skema bisnis berbeda dari pemain yang telah ada.

Gaspol dimiliki oleh PT Gaspol Angkasa Surya yang merupakan singkatan dari Gerakan Anti Susah Pengemudi Online. Manajemen mengklaim bahwa perusahaan telah beroperasi sejak Juli lalu, dan saat ini telah memiliki sekitar 6 ribu mitra pengemudi yang bergabung di wilayah Jabodetabek, Bali, Lampung, Pontianak, dan Surabaya.

Sedangkan, hingga saat ini jumlah pengguna aktif di aplikasinya tercatat sudah mencapai 14 ribu pengguna. Untuk jumlah pengunduh aplikasinya mencapai lebih dari 10 ribu di Google Play Store.

General Manager Gaspol Tedy Loning mengatakan, perusahaan hingga saat ini belum meluncurkan aplikasinya secara resmi karena alasan ingin melakukan "gerakan bawah tanah" terlebih dahulu. Rencananya, bulan depan mereka akan meluncur secara resmi.

(Baca: Saingi Gojek, Grab Investasi Rp 7,2 triliun di Vietnam Selama 5 Tahun)

Skema bisnis Gaspol, menurutnya, berbeda dengan aplikator seperti Gojek dan Grab. Perusahaan tidak menentukan potongan untuk aplikator sebesar 20% secara langsung namun dibagi dalam beberapa bagian. "Skemanya (bisnis), terdiri dari 2% untuk tabungan mitra driver, 7% untuk bonus mereka, dan 11 % untuk aplikator," ujar Tedy saat dihubungi Katadata, Senin (9/9).

Tedy menjelaskan, perusahaan menawarkan sejumlah layanan bagi pengguna. Hanya saat ini baru tersedia layanan antar motor dan mobil saja melalui GasRide dan GasCar saja di aplikasinya.

Ke depan, Gaspol akan mengembangkan layanan kirim barang lewat GasSend, antar pesanan makanan lewat GasFood, layanan jasa laundry pakaian lewat GasWash, layanan angkut barang ukuran besar lewat GasPickUp, layanan pesan driver di lokasi lewat GasNow, dan layanan pesan driver dengan berlangganan lewat GasBooking.

Tedy melanjutkan, perusahaan memberikan bonus sebesar 2 % per perjalanan (trip) kepada mitra drivernya tidak secara per hari melainkan per minggu dan per bulan di mana bonus itu dapat dimanfaatkan oleh mereka sebagai tabungan yang dipotong secara otomatis.

(Baca: Dukung Wisata Danau Toba, Grab Luncurkan Grab Toba)

"Ini (skema) menarik karena bertujuan agar mereka (mitra driver) punya tabunhan bulanan untuk keluarganya. Sedangkan, ojek online sebelah tidak ada (skema seperti ini)," ujarnya. 

Selain skema bonus sebagai tabungan, perusahaan juga memberikan layanan servis kendaraan asuransi kesehatan secara gratis bagi mitra drivernya. Ia mengatakan, servis kendaraan diberikan dengan ketentuan mitra driver harus melakukan 70 sampai 80 trip per bulan. Sedangkan, asuransi kesehatan diberikan tanpa ada ketentuan apa pun. 

Untuk tarif yang dikenakan ke penumpang, Tedy mengatakan bahwa perusahaan turut mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor  348 tahun 2019 tentang tarif ojek online. "Sebab kami ingin mengikuti aturan main yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kami ingin bersaing secara inovatif dan kreatif, serta bersaing dengan sehat," ujarnya.

Adapun Gaspol memiliki ciri khas berwarna merah dengan atribut bergambar ikon Garuda layaknya tokoh pahlawan fiktif Gundala yang saat ini tengah booming. "Kami hadir dengan cara yang berbeda dan unik untuk menarik pengguna agar masyarakat tidak jemu dengan (atribut) yang itu-itu saja," ujarnya.

(Baca: Orderan Turun Akibat Tarif Naik, Gojek Pacu Layanan Non-Ojek Online)

Sementara itu Cyberjek berdiri dan mulai beroperasi di wilayah depok oleh PT Marginda Transportasi. Berdasarkan situs resmi perusahaan, pengguna bisa menegosiasikan tarif di dalam aplikasi tersebut. Selain itu, pengguna juga bisa memilih metode pembayaran tunai atau melalui dompet digital CyberPay.

Terpantau, di dalam aplikasi Cyberjeck baru ada tiga layanan yang tersedia yakni CyberRide, CyberCar, dan CyberFood. Ke depan, perusahaan akan meluncurkan  layanan pengiriman barang melalui CyberExpress. Untuk jumlah pengunduh aplikasinya mencapai lebih dari 5 ribu di Google Play Store.

Selain Gaspol dan Cyberjeck, sebelumnya sudah ada pula lima penantang Gojek dan Grab di industri ride hailing. Lima perusahaan tersebut yakni Maxim yang berasal dari Rusia, FastGo dari Vietnam, BitCar dari Malaysia, serta dua pemain lokal lainnya, Bonceng dan Anterin.id.

(Baca: Asing hingga Lokal, Ini Lima Pesaing Gojek dan Grab di Indonesia)

 

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait