Wishnutama Ingin Industri Kopi Nasional Jadi Tujuan Wisata Dunia

Wishnutama ingin industri kopi seperti perkebunan anggur di Australia yang menjadi tujuan wisata dengan wine resort-nya.
Image title
23 April 2020, 18:40
wishnutama, bisnis kopi, industri kopi, wisata kopi
Junaidi Hanafiah/Anadolu Agency
Perkebunan kopi. Menteri Parekraf Wishnutama menginginkan industri kopi bisa berkembang menjadi destinasi wisata seperti Australia yang mampu mengembangkan wisata perkebunan anggur.

Indonesia disebut memiliki potensi yang besar untuk bisa eksis di industri kopi dunia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wishnutama Kusubandio ingin industri kopi Tanah Air mencontoh Australia yang bisa mengembangkan kebun anggur menjadi tujuan wisata.

Tidak hanya itu, Australia pun bisa menyalip Perancis sebagai produsen wine terbesar di dunia. "Kalau wine yard bisa menjadi resort atau destinasi wisata di Australia, mengapa coffee yard di Indonesia tidak bisa?" ujar Wishnutama saat video conference 'Tokopedia Talk Show Online #SatuDalamKopi', Kamis (23/4).

Menurut dia, Indonesia juga memiliki potensi serupa pada industri kopinya. Dia menilai perkebunan kopi di Tanah Air seharusnya tak kalah menarik dibandingkan perkebunan wine di Australia.

(Baca: Penjualan Kopi Anjlok 90% Efek Corona, Menteri Wishnutama Beri 3 Tips)

Wishnutama pun bercerita, bahwa sebelum dia terpilih menjadi menteri, dia kerap bepergian ke Amerika Serikat (AS) dan mendapati di berbagai kafe selalu ada banner kopi buatan Indonesia seperti kopi Toraja dan Sumatera. Di AS, menurut dia, kopi Indonesia justru menjadi barang bernilai jual tinggi.

Sebaliknya, lanjut dia, di Indonesia masih banyak kafe yang malah menggunakan kopi dengan merek asing. Padahal, tidak hanya AS yang menggunakan kopi Indonesia melainkan juga beberapa negara lain seperti Jepang dan Australia.

"Artinya ada potensi untuk kita mengembangkan kopi jauh lebih besar dari yang kita lakukan sekarang," ujarnya. Meski saat ini dia mengakui pandemi corona membuat pengembangan industri kopi menjadi tidak mudah, namun pemerintah ingin terus mendorong para pelaku usaha agar tetap bertahan dan mengembangkan potensi tersebut.

Dia menilai bahwa budaya nongkrong saat membeli kopi itu pun harus dikembangkan salah satunya menjadikan kopi sebagai destinasi wisata di Indonesia.

(Baca: Pemerintah Gaet Tokopedia Minimalkan Dampak Pandemi di Industri Kopi)

 "Itu sebenarnya cita-cita saya dan Mbak Wamen (Wakil Menteri Angela Tanoesoedibjo) bahwa kami ingin brand kopi itu bisa kita rebut dari Brazil atau negara manapun yang sudah memiliki brand yang kuat di dunia. Saya pikir itu peluang yang luar biasa," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan bahwa penjualan kopi di Indonesia memang menurun hingga 90% akibat kebijakan jaga jarak fisik (physical distancing). Oleh karena itu, masyarakat perlu mengembangkan cara-cara kreatif agar industri kopi bisa bertahan.

"Karena perkembangan industri kopi di dalam negeri ini sebenarnya sangat menjanjikan," ujar Agus. Apalagi, Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Produksi kopi pada 2019 yakni mencapai 720 ribu ton dengan nilai ekspor produk kopi olahan sebesar US$ 610 juta di tahun yang sama.

(Baca: Tren Baru E-Commerce: Restoran Jual Online Kopi Literan & Makanan Beku)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait