Penjualan Produk UMKM di Blibli Naik 6 Kali Lipat Imbas Pandemi Corona

Pandemi corona membawa berkah bagi pelaku UMKM yang sudah merambah pasar online. Penjualannya melalui Blibli melonjak hingga 6 kali lipat.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
14 Mei 2020, 19:42
transaksi penjualan blibli, pandemi corona, umkm
Katadata/Desy Setyowati
Petugas kurir Blibli.com di warehouse di Jalan Dewi Sartika, Jakarta, Senin (9/4). Volume transaksi penjualan di platform e-commerce Blibli melonjak hingga 50% selama pandemi corona. Selama periode itu, penjulan produk UMKM naik hingga enam kali lipat.

Transaksi penjualan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM pada platform e-commerce Blibli sepanjang selama terjadinya pandemi corona hingga kali lipat. Adapun total transaksi di platform Blibli naik hingga 50%. 

"Kenaikan ini tergantung dari kategorinya. Terutama produk-produk makanan, minuman, alat kesehatan buatan lokal seperti masker kain, suplemen jamu, termasuk dekorasi dalam rumah juga naik (penjualannya)," ujar Chief Executive Officer Blibli Kusumo Martanto dalam video conference, Kamis (14/5).

Kusumo pun menilai bahwa pandemi corona sebenarnya tidak selalu membawa dampak yang buruk. Sebab, menurut dia, UMKM yang sudah siap siaga serta bergabung dengan pasar online, justru pandemi ini membawa berkah bagi mereka.

"Tapi jangan khawatir, para UMKM yang belum ikut (bergabung dengan marketplace), sekarang tetap bisa ikut," ujarnya.

(Baca: Penjual di Blibli, Tokopedia dan Lazada Meningkat Efek Pandemi Corona)

Dia mengatakan bahwa pandemi ini memang membuat segalanya berubah termasuk industri. Sehingga, situasi ini juga menuntut para pelaku usaha untuk tetap berpikir kreatif dalam menciptakan terobosan-terobosan baru dalam bisnis.

Kusumo optimistis, pasar dalam negeri sangat berpotensi karena jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta lebih. "Dengan jumlah itu, masa masih harus bergantung (pada luar negeri). Kita jangan hanya jadi pasar, tapi juga bisa jadi produsen, serta aktif berkontribusi," ujar dia.

Blibli pun sudah mempermudah para UMKM untuk bergabung menjadi mitra penjual di platformnya. "Mulai dari cara registrasi, kami pun menyediakan gudang dan hub agar para UMKM bisa menitipkan barangnya di kami," ujar dia.

Adapun saat ini Blibli memiliki total 20 gudang (warehouse) dan 32 hub yang tersebar di 15 kota besar, termasuk Jabodetabek, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Makassar.

(Baca: Pencurian Data Pengguna E-Commerce Kian Marak)

Hingga saat ini, Blibli telah memiliki 22 juta pelanggan. Selain itu, perusahaan juga memiliki fitur khusus untuk memasarkan produk UMKM lokal serta memberikan pelatihan dan permodalan melalui Blibli Big Start.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa provinsinya siap untuk membuka kerja sama dengan seluruh pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk memperluas jejaring dengan para marketplace.

Ganjar sepakat dengan Kusumo bahwa dengan adanya digitalisasi maka para pelaku UMKM terdampak corona seharusnya tak menjadi terhambat usahanya dan tetap bisa berjualan. "Lakukan (usaha bisnis online) sekarang, jangan menunggu Covid-19 minggat," ujar Ganjar.

(Baca: Pengiriman Barang E-Commerce Terhambat Limitasi Transportasi Efek PSBB)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait