Startup Sirclo dan Icube Merger, Targetkan Pasar yang Lebih Luas

Sirclo dan ICUBE merger untuk menawarkan teknologi dan layanan e-commerce yang lebih komprehensif, untuk pasar yang lebih luas.
Cindy Mutia Annur
9 Juni 2020, 13:54
sirclo icube merger, startup, e commerce,
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi e-commerce. Sirclo dan Icube

Startup penyedia jasa solusi e-commerce Sirclo mengumumkan merger dengan perusahaan agensi e-commerce Icube. CEO dan Founder Sirclo Brian Marshal mengatakan bahwa dengan merger ini, Sirclo dan Icube dapat memfasilitasi pemilik brand dan berbagai jenis bisnis dari berbagai kalangan.

Adapun selama ini fokus bisnis Sirclo yaitu perusahaan dan brand besar, serta UMKM. Sedangkan Icube fokus pada usaha berskala menengah yang ingin memiliki brand dan enterprise solution.

"Kami selalu terbuka terhadap peluang untuk meningkatkan kemampuan kami. Bergabung dengan Icube, kami semakin yakin bahwa kami dapat melaksanakan misi ini dalam skala yang lebih besar dan lebih komprehensif melalui kekuatan gabungan kedua perusahaan," ujar Brian dikutip dari siaran pers, Selasa (9/6).

Brian pun menilai aksi merger ini terjadi di momen yang tepat yakni di mana tambahan sumber daya akan membantu Sirclo dan Icube untuk melayani lebih banyak UMKM dan brand yang membutuhkan layanan cepat di tengah pandemi corona.

Advertisement

(Baca: E-Commerce Berkontribusi 20% dari Total Penjualan Barang Konsumsi)

Dia pun optimistis, dengan gabungan kapabilitas, keahlian, dan pengalaman dari kedua perusahaan maka mereka dapat memberikan nilai dan layanan yang lebih memuaskan bagi para klien.

Sebagai informasi, merger ini akan menggabungkan lebih dari 450 karyawan. Icube akan terus beroperasi sebagai entitas mandiri yang terintegrasi dengan jasa yang ditawarkan Sirclo.

Kemudian Founder dan Managing Director Icube Muliadi Jeo akan mengambil peran sebagai Chief Technology Officer Sirclo menggantiak Leontius Adhika Pradhana yang akan mengambil peran sebagai Chief Product Officer.

Muliadi mengatakan bahwa perusahaannya telah berdedikasi membuat e-commerce lebih mudah diakses untuk para retailer dari berbagai bidang bisnis menggunakan teknologi Magento.

Magento merupakan sebuah platform e-commerce open source yang dapat membantu pemilik bisnis online menjalankan operasional penjualan sesuai kebutuhan.

(Baca: Efek Berantai Infrastruktur Digital Indonesia)

"Setelah 20 tahun berjalan, Icube ingin mengakomodasi lebih banyak klien dari berbagai jenis bisnis dengan jasa yang kami tawarkan. Sirclo adalah mitra yang tepat dan strategis dalam mencapai tujuan kami tersebut. Bersama-sama kami dapat berusaha menciptakan ekosistem e-commerce yang prima di Indonesia,” ujar Muliadi.

Hingga kini, Sirclo telah membantu lebih dari 1.000 klien dan brand untuk mengembangkan bisnisnya secara online baik melalui Sirclo Store maupun Sirclo Commerce (channel management solution). Beberapa portfolio perusahaan adalah This Is April, Unilever, Reckitt Benckiser, Beiersdorf, L'Oréal (Group), Eigerindo dan Levi's.

Sedangkan, Icube melalui solusi-solusinya telah membantu banyak brand seperti Kawan Lama, Krisbow, KlikMRO, 9to9 Online, Hush Puppies, L'Occitane, Elemis, Venchi, Erha Store, Nutrimart, Royal Canin, Mitra10, dan Lotte Mart membuat sistem e-commerce sendiri.

Sebagai informasi, merger terjadi setahun setelah DealStreetAsia melaporkan bahwa Sirclo mendapatkan pendanaan sebesar US$ 5 juta atau sekitar Rp 70 miliar, dalam putaran pendanaan Seri A yang didukung oleh Skystar Capital, East Ventures, Sinarmas Land dan BEENOS Plaza.

(Baca: East Ventures Suntik Modal Startup Logistik, Triplogic)

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait