Hadapi New Normal, Fintech KoinWorks Ramal Jumlah Pengguna Naik 40%

Pengguna KoinWorks diramal bertambah 40% seiring sektor UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk memulai usahanya kembali saat new normal.
Image title
10 Juni 2020, 21:07
koinworks, jumlah pengguna koinworks, new normal, fintech lending
KoinWorks
Ilustrasi. KoinWorks memprediksi jumlah pengguna aplikasinya melonjak 40% di masa kenormalan baru atau new normal.

Perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) KoinWorks besutan PT Lunaria Annua memperkirakan peningkatan peminjam (borrower) maupun pemberi pinjaman (lender) hingga 40% di platform-nya saat kondisi kenormalan baru alias new normal.

"Diperkirakan user (pengguna) bertambah 40% saat new normal di aplikasi," kata Chief of Marketing Officer Koinworks Jonathan Bryan melalui video conference pada Rabu (10/6).

Dia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pengguna aplikasi KoinWorks telah berjumlah 450 ribu yang terdiri dari borrower dan lender. Jumlah ini akan terus bertambah lantaran banyak UMKM membutuhkan pinjaman untuk memulai kembali usahanya. "New normal akselerasi kebutuhan borrower meningkat," kata dia.

(Baca: Strategi KoinWorks Kelola Dana Menganggur dengan Gandeng Mandiri)

Advertisement

Untuk mencegah risiko gagal bayar, KoinWorks pun melakukan pengetatan pinjaman agar tidak pula meningkatkan risiko gagal bayar. Perusahaan melakukan penilaian kredit (credit scoring) berdasarkan sektor industri mana yang terdampak Covid-19 dan normal baru.

Sedangkan selama pandemi berlangsung, KoinWorks mengungkapkan telah merestrukturisasi pinjaman pada borrower-nya untuk meringankan beban borrower yang terdampak Covid-19 sekaligus meminimalisir risiko gagal bayar.

Meski begitu, Jonathan mengatakan bahwa hanya sedikit borrower KoinWorks yang merestrukrisasi pinjamannya. "Secara persentase borrower yang mengajukan restrukrisasi tidak lebih dari 5% saja. Portofolio di KoinWorks masih aman sekali," ujar dia.

(Baca: Fintech KoinWorks Dapat Pendanaan Rp 316 M meski Ada Pandemi Corona)

Sementara itu CEO sekaligus Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono mengatakan bahwa dalam pengetatan pinjaman perusaahaan aktif mengaplikasikan proses yang mengkombinasikan data digital dengan teknik perbankan yang teruji.

"Kami tetap berdiri beriringan dengan berbagai institusi keuangan besar dan ratusan ribu pendana retail untuk mendukung UKM digital selama pandemi corona," kata dia.

Di masa pandemi, KoinWorks juga mendapat pendanaan US$ 20 juta atau sekitar Rp 316 miliar meski sebagian investor memilih untuk wait and see. Pendanaan itu diperoleh dari Quona Capital, EV Growth, dan Saison Capital, serta investor lainnya.

(Baca: Asosiasi Optimistis Fintech Salurkan Pinjaman Rp 150 Triliun di 2020)

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait