Kalahkan Saudi Aramco, Apple Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Apple memiliki nilai kapitalisasi pasar US$ 1,84 triliun mengalahkan Saudi Aramco US$ 1,76 triliun.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
3 Agustus 2020, 12:17
apple, saudi aramco, perusahaan paling bernilai
ANTARA FOTO/REUTERS/China Daily /pras/cf
Apple mengukuhkan diri sebagai perusahaan paling bernilai di dunia mengalahkan Saudi Aramco.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Apple Inc. berhasil mengalahkan raksasa minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco, sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Tercatat pada akhir pekan lalu, kapitalisasi pasar Apple mencapai US$ 1,84 triliun sedangkan Saudi Aramco US$ 1,76 triliun.

Keberhasilan Apple menyalip Saudi Aramco lantaran perusahaan energi tersebut mengalami gejolak setelah harga minyak mentah jatuh karena turunnya permintaan energi imbas pandemi Covid-19. Pendapatan kuartal II Aramco turun menjadi sekitar US$ 37 miliar dibandingkan kuartal II tahun sebelumnya US$ 76 miliar.

Kejatuhan Aramco membuat Apple semakin di atas angin. Pasalnya Apple memang telah diuntungkan kondisi pandemi yang telah memperkuat posisi pasar perusahaan teknologi terbesar di dunia ini dan membuat neraca perusahaan semakin kuat dan tumbuh cepat.

"Meskipun ada pandemi Covid-19, Apple menumbuhkan pendapatan di setiap segmen dan wilayah, mengalahkan konsensus sebesar 14%," kata analis Morgan Stanley dalam catatan risetnya dikutip dari CNBC International pada Jumat (31/7).

Total pendapatan Apple untuk kuartal III mencapai US$ 59,7 miliar. Capaian itu naik 11% dari tahun lalu (year on year/yoy). Penjualan produk seperti Mac dan iPad pun melonjak selama pandemi.

Sebelumnya, Apple juga bersaing dengan raksasa teknologi Microsoft untuk mendapatkan gelar perusahaan publik paling bernilai di AS. Saham Apple pun tercatat melonjak di akhir pekan lalu lebih dari 10% menjadi US$ 425 atau 45% sepanjang tahun ini.

Sedangkan harga saham Aramco anjlok 6,4% sejak akhir Desember. Meskipun anjloknya saham Aramco tidak sedalam perusahaan minyak lainnya seperti Exxon Mobil yang turun 40% dan Royal Dutch Shell Plc yang turun 50%.

Selain Apple, perusahaan teknologi lainnya mendapatkan keuntungan karena Covid-19. Amazon dan Google mencatatkan pendapatan positif di tahun ini. Amazon bisa menggandakan laba selama pandemi. Facebook juga bisa meningkatkan jumlah pengguna harian dari 12% yoy menjadi 1,79 miliar.

Databoks berikut menunjukkan sekilas kinerja Apple di industri teknologi, dimana produk tablet besutannya merajai pasar tablet global pada 2019, mengalahkan sejumlah merk ternama seperti Samsung, Huawei, Amazon, dan Lenovo.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait