GrabExpress Tambah Lima Fitur Baru untuk Perkuat Bisnis Tahun Ini

Grab menambahkan lima fitur baru pada layanan GrabExpress, dua di antaranya formulir pengiriman dan lacak paket.
Image title
5 Februari 2021, 16:05
Peluncuran GrabExpress Car di Jakarta, Rabu (28/11).
Katadata/Linia Firsty Dea Shafira
Peluncuran GrabExpress Car di Jakarta. Grab Indonesia menambahkan lima fitur baru pada layanan GrabExpress.

Lini bisnis logistik Grab yakni GrabExpress menikmati peningkatan transaksi yang cukup signifikan sepanjang 2020. Untuk meningkatkan transaksi dan jumlah penggunanya pada tahun ini, perusahaan meluncurkan lima fitur tambahan pada layanannya, seperti fitur formulir pengiriman dan lacak paket.

Head of GrabExpress, Grab Indonesia Tyas Apsari mengatakan, secara keseluruhan pada 2020 transaksi GrabExpress melonjak. Namun ia tidak memerinci seberapa besar peningkatan transaksi tersebut.

"Peningkatan transaksi signifikan. Pertumbuhannya cukup tinggi, sama jika dibandingkan dengan lini bisnis Grab lain seperti GrabFood," kata Tyas dalam acara konferensi pers secara virtual pada Jumat (5/2).

Pada April tahun lalu, Grab sempat mencatatkan kenaikan transaksi GrabExpress hingga 40 %. Hal itu didorong oleh permintaan tinggi pada pengiriman makanan dan minuman, serta bahan pokok.

Tyas mengatakan bahwa pertumbuhan transaksi GrabExpress berkontribusi bagi peningkatan pendapatan perusahaan secara keseluruhan di tengah menurunnya kinerja bisnis transportasi atau berbagi tumpangan (ride-hailing) selama pandemi.

"Memang kami menghadapi tantangan untuk bisnis transportasi, tapi dari sisi GrabExpress, kami tumbuh signifikan," katanya.

Ia menambahkan peningkatan transaksi GrabExpress pada 2020 secara umum didorong oleh tren digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama pandemi Covid-19. Banyak UMKM digital yang membutuhkan layanan jasa pengiriman yang cepat untuk mengantar barang konsumennya.

Pada tahun ini, ia memperkirakan tren layanan pengiriman barang akan terus berkembang. "Sebab, bukan hanya e-commerce, tapi kami juga melihat adanya social commerce yang jadi penggerak bisnis logistik pada 2021," ujar Tyas.

McKinsey pun memperkirakan, ada 1,6 miliar paket atas transaksi e-commerce yang dikirim setiap tahunnya pada 2022. Jumlah tersebut bisa lebih tinggi lagi mengingat layanan e-commerce semakin diminati selama pandemi sebagaimana databoks di bawah ini:

Lima Fitur Baru GrabExpress

Fitur pertama yang ditambahkan pada layanan GrabExpress yaitu penambahan formulir pengiriman barang di platform. Tyas menjelaskan bahwa, fitur ini dibuat berdasarkan masukan dari pengguna selama 2020.

Pasalnya pengguna sering kali mendapat kendala saat memasukan alamat pembeli. Melalui fitur tersebut, ada komunikasi antara pembeli dan UMKM pengguna layanan. Formulir tersebut akan mengecek akurasi dari titik lokasi pembeli. "Paket tidak salah alamat, mitra pengemudi juga tidak kesulitan," ujar Tyas.

Fitur kedua, Grab mengembangkan tampilan GrabExpress yang membuat pengguna bisa langsung mengetahui harga pengiriman. "Ketika pengguna pertama masuk di homepage (laman muka), langsung masukan lokasi pengirim dan penerima bisa tahu harga pengirimannya," ujar dia.

grab airport
Aplikasi Grab (Grab)

 

Fitur ketiga, pelacakan paket. Pengguna bisa melacak paket langsung di lima destinasi pengiriman. "Pengguna bisa tahu Informasi, misalnya satu pengiriman sedang pending, yang lainnya proses pick up dan sedang di tujuan," katanya.

Fitur keempat, GrabExpress akan memberikan informasi harga termurah yang diinginkan pengguna. Platform bisa memberikan rekomendasi rute tercepat pengiriman. Dengan rute yang efisien, harga pun bisa lebih murah.

Sedangkan fitur terakhir yaitu pesan lagi. Fitur ini memudahkan pengguna yang sering melakukan pengiriman ke alamat yang sama. GrabExpress memungkinkan penggunanya menyimpan alamat penerima di platform.

Potensi Besar Bisnis Logistik

Di sisi lain, operasional bisnis pengiriman barang di tanah air memang diprediksi akan berkembang pesat. Direktur Utama Lookman Djaja Logistics Kyatmaja Lookman pernah mengatakan bahwa Grab dan perusahaan layanan on-demand pesaingnya GoJek telah mengubah tren bisnis logistik melalui GrabExpress dan GoSend.

"Gambaran yang paling terlihat yakni bisnis logistik tak lagi identik dengan muatan banyak. Sekarang trennya muatan sedikit, tetapi cepat," kata Lookman saat mengikuti seminar bertajuk 'Outlook Industri Transportasi Darat dan Logistik, pada akhir 2018 lalu.

Wakil Sekretaris Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Andreas Surya mengatakan, startup logistik tumbuh signifikan di masa pandemi. Salah satunya faktor pendorongnya yakni e-commerce.

Berdasarkan laporan AppsFlyer bertajuk ‘The State of Shopping App Marketing 2020 Edition', waktu yang dihabiskan konsumen Indonesia di platform e-commerce meningkat 70% antara Februari hingga Juni 2020.

Selain itu, Facebook dan Bain & Company memperkirakan bahwa nilai transaksi belanja online di Indonesia hampir US$ 72 miliar atau sekitar Rp 1.047,6 triliun pada 2025. Angka ini melonjak dibandingkan proyeksi awal US$ 48 miliar.

Proyeksi nilai transaksi belanja online melonjak menjadi US$ 147 miliar di Asia Tenggara pada 2025. Angka ini juga meningkat dibandingkan prediksi awal yang hanya US$ 120 miliar. Sementara laporan Ken Research menyebutkan, tren pendapatan pasar logistik Indonesia semakin meningkat hingga 2024.

Pada 2020, pendapatan logistik Indonesia US$ 220,9 miliar dan akan mencapai US$ 300,3 miliar pada 2024. Selengkapnya dapat disimak pada databoks berikut:

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait