Amazon Bakal Akuisisi MGM Rp 121 Triliun Demi Saingi Netflix

Amazon ingin mengembangkan konten pada layanan video on demand dan streaming berbayarnya, Amazon Prime, demi menangkap tingginya permintaan di pasar ini.
Image title
27 Mei 2021, 10:52
amazon, mgm, netflix
Patrick de Grijs|123RF.com
Aplikasi Amazon di Ponsel.

Amazon.com Inc. akan segera mengakuisisi perusahaan studio film Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) seharga US$ 8,45 miliar atau Rp 121 triliun. Hal ini seiring upaya Amazon untuk menangkap tingginya permintaan di pasar video on demand dan layanan streaming untuk menyaingi keperkasaan Netflix.

Perkembangan layanan streaming yang pesat memunculkan banyak pendatang baru seperti HBO Max dan Disney+. Bos Amazon Jeff Bezos pun telah lama mengutarakan keinginannya untuk menambah program acara di layanan streaming-nya, Amazon Prime.

Bezos menilai MGM menyimpan banyak materi yang bisa dikembangkan untuk layanan streaming. Selain itu juga ada peluang untuk menambang pundi-pundi dari franchise James Bond dan Rocky yang ikonik untuk film atau acara televisi baru.

“Ini akan melejitkan Amazon. Karena mereka sebelumnya tidak akan pernah bisa memproduksi konten yang cukup untuk mendekati Netflix,” kata analis Wedbush Securities, Michael Pachter, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (27/5).

Advertisement

Dengan pesaing seperti Walmart yang meluncurkan toko online yang lebih canggih, Amazon harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan 200 juta pelanggan Prime-nya. Simak databoks berikut:

Pachter menambahkan bahwa studio Amazon memproduksi acara televisi dan film setara beberapa ratus jam dalam setahun. Akuisisi MGM akan menambah angka tersebut hingga 25 ribu jam. Amazon berencana membaginya antara Prime yang berbayar, atau IMDb TV yang gratis dengan iklan.

Akusisi MGM akan menjadi akuisisi terbesar Amazon sejak pembelian Whole Foods pada 2017 seharga US$ 13,7 miliar. Meski demikian sepanjang tahun lalu Amazon telah menggelontorkan hingga US$ 11 miliar untuk mengembangkan konten video on demand dan streaming musik.

Senior Vice President Prime Video and Amazon Studios mengatakan bahwa akuisisi ini dilakukan karena MGM memiliki katalog yang dalam pada portofolionya.

MGM memang telah lama jadi incaran Amazon, namun baru tahun ini mereka berhasil mencapai kesepakatan. Sebelumnya Amazon juga telah mengakuisisi beberapa startup kecil yang dianggap sebagai ancaman seperti Zappos atau Quidsi yang merupakan induk dari Diapers.com.

Amazon juga mengakuisisi platform permainan Twitch juga Kiva yang memproduksi robot gudang, untuk memperluas lini bisnis barunya.

Sementara itu akuisisi ini juga akan mengakhiri era kepemilikian hedge-fund yang menyelamatkan MGM dari kebangkrutan satu dekade lalu. Pemegang saham mayoritas MGM, Anchorage Capital Group dan sekelompok investor lainnya, menyelamatkan MGM dari utang sebesar US$ 4 miliar pada 2010.

Tahun lalu MGM sukses menghasilkan earning before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) sekitar US$ 307 miliar sepanjang 2020, naik 48% dalam setahun. Peningkatan tersebut berasal dari penjualan 4.000 film dalam katalog filmnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait