SCTV - MNC Siap Bagikan 3,2 Juta Set Top Box Gratis Mulai 15 Maret

Secara keseluruhan Kementerian Kominfo akan membagikan lebih dari 6,7 juta unit set top box gratis kepada warga miskin sesuai data Kementerian Sosial.
Image title
25 Februari 2022, 19:50
tv digital, set top box gratis, kominfo
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Ilustrasi televisi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan lembaga penyiaran swasta seperti SCTV dan MNC akan mulai membagikan 3,2 juta unit set top box gratis kepada warga miskin pada tahap pertama 15 Maret 2022.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail mengatakan, secara keseluruhan akan ada 6.737.971 juta set top box gratis yang didistribusikan kepada warga miskin. Ini sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

"Sedangkan, untuk tahap pertama, jumlah set top box yang kami siapkan mencapai 3.202.470 unit," kata Ismail dalam konferensi pers virtual pada Jumat (25/2).

Penyediaan set top box gratis berasal dari pemerintah dan lembaga penyiaran swasta. "Ini masih bisa bertambah dari lembaga penyiaran swasta dan masih kami evaluasi," kata Ismail.

Advertisement

Rinciannya, 893.044 unit set top box gratis berasal dari SCTV dan Indosiar. Kemudian 842.631 unit dari MNC, 454.749 unit dari Transmedia, 509.930 unit dari Metro TV, 368.990 dari RTV, dan 87.277 unit dari Kementerian Kominfo.

Set top box sendiri merupakan alat penangkap sinyal siaran untuk migrasi TV analog ke TV digital (analog switch off/ASO). Jenisnya ada beberapa yakni DVB-T2, DVB-C, DVB-S, dan DVB-IPTV. Sedangkan di Indonesia menggunakan DVB-T2 untuk menangkap siaran TV digital.

Kementerian Kominfo beserta lembaga penyiaran swasta akan menyalurkan set top box tahap pertama paling lambat 30 April 2022. Itu sesuai dengan tahapan ASO. Kemudian, pada tahap kedua, batas waktu ASO yakni 25 Agustus 2022. Terakhir, ASO dijadwalkan 2 November 2022.

Daftar set top box yang dapat izin edar dan harganya di beberapa e-commerce
Daftar set top box yang dapat izin edar dan harganya di beberapa e-commerce (Kominfo & Katadata/Fahmi Ahmad Burhan)

Pada tahap pertama, Kementerian Kominfo beserta lembaga penyiaran swasta akan membagikan set top box di 56 wilayah siaran dan 166 kabupaten/kota.

Ia mengatakan, distribusi set top box gratis akan dilakukan dari pintu ke pintu (door to door). Kominfo akan menggandeng pihak ketiga yang bertanggung jawab secara kontraktual dalam menyalurkan sekaligus validasi penerima set top box gratis.

Berikut cara distribusi set top box gratis untuk warga miskin:

  1. Pengiriman logistik set top box ke gudang penyelenggara di 341 kabupaten/kota.
  2. Petugas mendistribusikan set top box dari pintu ke pintu ke penerima bantuan.
  3. Petugas lalu melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan kepemilikan TV.
  4. Apabila data tidak sesuai, maka set top box akan dikembalikan ke gudang.
  5. Serah terima set top box.
  6. Instalasi perangkat oleh petugas, agar dapat beroperasi dan berfungsi dengan baik.
  7. Saat set top box terunduh, akan muncul kode Quick Response (QR code) pada layar televisi.
  8. Petugas memindai QR code itu melalui aplikasi WhatsApp dan menginput nama, NIK/KK, alamat, foto penerima bantuan, dan KTP.
  9. QR code ini untuk menjamin set top box yang didistribusikan tepat sasaran. Di dalamnya terdapat sejumlah data, termasuk lokasi dan produsen set top box.
  10. Ketika petugas menghubungkan atau membagikan memvalidasi perangkat set top box itu, semua data-data itu akan langsung terhubung ke pusat data.
  11. Petugas menyiapkan berita acara serah terima yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Komisioner KPI Pusat Mohamad Reza mengatakan, ada sejumlah tantangan yang mesti dihadapi dalam distribusi set top box. Pertama, literasi penggunaan perangkat. Ia mengatakan di daerah masih banyak yang terkendala penggunaan alat pendukung ini.

Selain itu, literasi sistem kerja TV digital yang gratis diperlukan. Sebab, masyarakat daerah masih banyak yang belum paham bahwa TV digital bersifat gratis.

"Apabila informasi tidak tersampaikan, maka migrasi tidak akan maksimal," ujarnya dalam diskusi bertajuk Set Top Box: Tak Kenal Maka Tak Digital, pekan lalu (18/2).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait