Harga Bitcoin Tembus US$ 21.000, Tahun Ini Berpeluang Bangkit

Harga bitcoin diprediksi bangkit tahun ini setelah anjlok hingga 65% pada 2022, seiring dengan sentimen ekonomi yang membuka jalan untuk pembalikan pasar.
Happy Fajrian
15 Januari 2023, 08:49
harga bitcoin
Flickr.com
Bitcoin.

Harga bitcoin naik US$ 1.113 atau 5,58% menjadi US$ 21.044 pada Sabtu (14/1) malam. Sejak awal tahun, harga cryptocurrency atau mata uang kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia ini telah melonjak hingga 27,6% dari US$ 16.496 pada 1 Januari.

Tahun 2022 menjadi tahun yang berat bagi mata uang kripto. Seperti bitcoin yang kehilangan hingga 65% nilai pasarnya sepanjang 2022. Lalu bagaimana proyeksinya tahun ini?

Broker analis di Oanda Craig Erlam meyakini jika Bitcoin telah menembus level resisten US$ 20.000 maka akan terbuka peluang untuk untuk penguatan lebih lanjut.

“Kembalinya bitcoin di atas US$ 20.000, level yang pernah dianggap sebagai titik terendah, tapi sekarang berpotensi menjadi tanda kebangkitan,” ujarnya seperti dikutip dari Barron pada Minggu (15/1).

Harga bitcoin membaik minggu ini karena optimisme ekonomi setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang positif dan laporan Indeks Harga Konsumen menunjukkan indikasi inflasi mendingin karena Federal Reserve terlihat memperlambat kenaikan suku bunga.

Chief strategy officer di manajemen aset crypto Wave Financial, Les Borsai, mengatakan lonjakan pasar baru-baru ini adalah tanda bahwa pasar hampir mencapai titik terendah untuk siklus ini.

“Kita bisa turun lebih jauh, saya harus memperingatkan, tetapi lingkungan makro menunjukkan tanda-tanda pelonggaran dan memberi jalan bagi kemungkinan pembalikan pasar,” kata Borsai.

Kepala eksekutif aplikasi reward bitcoin, Lolli, Alex Adelman mengatakan kepada Forbes bahwa investor institusional, termasuk di bidang perbankan dan keuangan, akan terus memasuki pasar kripto.

“Pemimpin industri yang meluncurkan layanan crypto pada 2022, seperti BlackRock, Fidelity, dan lainnya, menetapkan preseden maju kripto baru untuk Wall Street yang akan memacu persaingan di antara institusi tradisional untuk meluncurkan rangkaian produk dan layanan kripto yang terus berkembang,” katanya.

Sentimen lain untuk optimisme pasar kripto global adalah keputusan El Salvador pada 12 Januari untuk menyetujui undang-undang aset digital dan kerangka kerja untuk “volcano bonds” mereka.

Menurut Kantor Bitcoin Nasional El Salvador, RUU tersebut akan menawarkan perlindungan konsumen dari pelaku jahat di ruang 'kripto' yang belum pernah sebelumnya. Serta dengan tegas menyatakan bahwa El Salvador terbuka untuk bisnis bagi semua orang yang ingin membangun masa depannya di negara itu dengan bitcoin.

Undang-undang tersebut juga mengidentifikasi bitcoin sebagai keamanan digital - memberi investor klaim kontrak atas aset tersebut - dan memisahkan mata uang kripto dari produk keuangan lainnya, termasuk mata uang bank sentral.

“Saat kami menerbitkan obligasi gunung berapi pertama, kami akan sekali lagi merintis jalan ke depan untuk revolusi moneter baru ini,” menurut The Bitcoin Office El Salvador.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait