Market Access Player Dapat Dorong Usaha Kehutanan Berbasis Masyarakat

Market access players berperan menghubungkan pengusaha kehutanan berbasis masyarakat dengan konsumen.
Image title
24 Agustus 2021, 19:58
kehutanan, katadata safe 2021
ANTARA FOTO/Seno/aww.
Ilustrasi.

Multistakeholders Forestry Programme Tahap 4 (MFP4) terus mendorong peningkatan pertumbuhan usaha kehutanan berbasis masyarakat. Salah satunya melalui mitra kerjanya yang disebut sebagai market access players (MAP).

Programme Director MFP4 Tri Nugroho menjelaskan bahwa MAP merupakan mitra yang membantu pelaku usaha hutan berbasis masyarakat untuk berkembang dalam menjual produk yang diminati pasar. Para market access player memiliki kapasitas untuk menghubungkan antara pelaku usaha dengan para konsumen.

Selain itu, market access players juga menjadi bagian untuk mencapai upaya prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). "Tidak hanya berorientasi profit tapi juga impact oriented," kata dia dalam acara Katadata SAFE 2021 dengan tema 'Sustainable Market for Forest Product', Selasa (24/8).

Salah satu market access player yakni Nares Essential Oil (Nares) yang memproduksi minyak atsiri. Minyak ini sendiri merupakan komoditi ekstrak alami dari jenis tumbuhan yang berasal dari daun, bunga, kayu, dan jenis lainnya.

Founder and CEO Nares Essential Oils, Khafidz Nasrullah, mengatakan bahwa Nares saat ini telah memproduksi 21 macam minyak dari berbagai jenis tanaman. Usahanya pun telah mencakup pasar ekspor dengan produksi lebih dari 600 ton per tahun.

Menurut dia mengingat Essential Oil membutuhkan bahan baku yang cukup besar, maka model bisnis dengan pendekatan berbasis masyarakat cukup tepat. Selain itu, hal ini juga turut membantu masyarakat lokal sebagai petani hidup secara mandiri.

Dia mengaku saat ini mulai kewalahan untuk memenuhi permintaan dari pasar internasional. Pasalnya, dengan adanya pandemi Covid-19 permintaan akan produk essential oil justru meningkat.

"Ketika saya bertemu MFP4 kita petakan di Musi Rawas. Itu kita ada satu hutan lindung saya kaget ternyata di satu hutan itu banyak bunga kenanga yang selama ini jatuh tidak termanfaatkan," ujarnya.

Khafidz lalu bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam proses pengumpulan bunga di wilayah tersebut. Tak hanya itu, bahkan dia juga mengajari dan membelikan sebuah mesin kepada masyarakat untuk dapat memproduksi Essential Oil secara mandiri. "Kami ajari, berikan mesin untuk dapat memproduksi kualitas ekspor," ujarnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait