Pertamina NRE Gandeng RusHydro Kembangkan PLTA di Indonesia

Image title
31 Desember 2021, 16:38
pertamina, plta, ebt, energi baru terbarukan, ebt, energi terbarukan
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pekerja PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) III Plaju didampingi warga memeriksa debit air yang mengaliri PLTMH di Dusun Saruan, Desa Merbau, OKU Selatan, Sumatera Selatan, Jumat (20/10).

Pertamina NRE, Subholding PT Pertamina (Persero) di bidang energi baru terbarukan (EBT), menjalin kerja sama dengan perusahaan energi asal Rusia, RusHydro, untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Indonesia.

Kedua perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman secara virtual pada Kamis (30/12). Pertamina NRE oleh CEO Dannif Danusaputro, sedangkan RusHydro oleh Deputy Director General Project Engineering, Sustainable Development and International Cooperation Sergey Machekhin.

“Ini adalah kerja sama yang sangat strategis untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, khususnya PLTA. Harapannya dapat mendukung percepatan pencapaian target bauran energi nasional di manaporsi EBT sebesar 23% pada 2025,” kata Dannif dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (31/12).

Dia menambahkan bahwa kerja sama strategis ini tak hanya mencakup pengembangan PLTA, melainkan juga potensi EBT lainnya. Adapun pada proyek pengembangan PLTA dan infrastruktur sumber daya air, kerja sama meliputi pengembangan strategi pemanfaatan sumber daya air di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis, termasuk identifikasi lokasi dan joint study dan penjajakan offtaker.

Sedangkan pada potensi EBT lainnya kerja sama meliputi optimasi pembangkit listrik eksisting, transfer teknologi, pengembangan teknologi inovasi pada proyek-proyek EBT, serta percepatan peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Sebagai informasi, RusHydro merupakan perusahaan pembangkit listrik terbesar di Rusia yang memiliki kapasitas pembangkit listrik terpasang sebesar 38 gigawatt (GW). Selain fokus pada PLTA, RusHydro juga mengoperasikan beberapa pembangkit listrik panas bumi dan pumped storage hydropower plant.

Perusahaan yang 61,7% sahamnya dipegang oleh pemerintah Rusia ini memiliki fokus pada penyediaan listrik berbasis energi bersih di mana saat ini memiliki porsi sebesar 81,5% dalam portofolio pembangkitnya.

Potensi EBT di Indonesia sangat besar, termasuk energi hidro. Dalam peta jalan pengembangan pembangkit EBT yang tercantum dalam Rencana Umum Pembangkit Listrik (RUPTL) 2021-2030, penambahan per tahun kapasitas terpasang PLTA terbesar ada di tahun 2025, yaitu sebesar 2.478 MW.

Pada tahun 2030 total penambahan kapasitas terpasang ditargetkan mencapai 9.272 MW. Sedangkan wilayah dengan target kapasitas terpasang PLTA terbesar di dalam peta jalan tersebut adalah Jawa, Madura, dan Bali, dengan total kapasitas pada tahun 2030 mencapai sekitar 3.900 MW. Simak databoks berikut:

Pertamina NRE secara aktif menjajaki kerja sama strategis pihak lain dalam rangka mendukung upaya transisi energi, untuk mendukung target pemerintah untuk mewujudkan net zero emission pada 2060.

Belum lama ini perusahaan menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) tentang sinergi dalam proyek-proyek penyediaan energi bersih baik di dalam maupun luar negeri seperti potensi pemanfaatan PLTA untuk hidrogen hijau.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait