Kementerian ESDM Investigasi Penyebab Kebocoran Gas di PLTP Dieng

Satu orang meninggal setelah menghirup gas beracun hidrogen sulfida (H2S) di lokasi PLTP Dieng, sementara delapan lainnya dirawat di rumah sakit.
Image title
14 Maret 2022, 14:15
pltp dieng, kebocoran gas, esdm
ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Potensi panas bumi (geothermal) dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Kementerian ESDM tengah menginvestigasi insiden kebocoran gas yang berasal dari proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Dieng. Ini menyusul adanya satu korban meninggal akibat paparan gas beracun hidrogen sulfida (H2S) proyek PLTP yang dioperasikan oleh PT Geo Dipa Energi.

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Harris, mengatakan pihaknya terus mengimbau agar para pengembang mengedepankan aspek keselamatan dalam menjalankan proyek PLTP. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami sedang melaksanakan investigasi atas kejadian tersebut. Kami juga akan melakukan evaluasi penerapan aspek safety pada PLTP untuk menghindari kejadian serupa," kata Harris kepada Katadata.co.id, Senin (14/3).

Sementara, Direktur Utama Geo Dipa Riki Ibrahim menjelaskan berdasarkan investigasi awal perusahaan, H2S dari sekitar Pad-28 tidak terindikasi oleh alat detector. Namun demikian, pihaknya akan menambahkan H2S detector di area publik yang terdekat dengan Pad-28.

Advertisement

Riki mengkonfirmasi jumlah korban atas insiden pada Sabtu (12/3) kemarin mengakibatkan 8 orang harus dilarikan ke Rumah Sakit. Sementara, satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Berikut data lengkap 9 korban terkait insiden kebocoran gas tersebut pada Minggu 13 Maret 2022 jam 12:00 WIB;

Korban meninggal dunia:
1) Lilik Marsudi, tool pusher, Pekerja PT. Bormindo, diperkirakan meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas.

Korban dirawat di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo:
1) Irfan, H2S Engineer, Pekerja PT. Fergaco, dirawat di ICU, menurut keterangan dokter masih dalam pengawasan.
2) Sulthoni Amin, Rig Supt, Pekerja PT. Bormindo, dirawat di ICU, menurut keterangan dokter sudah sadar dan bisa diajak bicara tetapi belum merespon dengan baik;
3) Sutrisno, Floorman, Pekerja PT. Bormindo, dirawat di ICU, dari keterangan dokter kondisi sudah membaik, sudah bisa buang air kecil dan sudah bisa diajak bicara dan merespon;
4) Slamet, Access Control, Pekerja PT. Bormindo (observasi di ruang perawatan). Bukan terpapar akan tetapi kelelahan fisik saat melakukan evakuasi.

Sehat, rawat jalan dan sudah kembali ke rumah:
1) Endang, H2S Engineer, pekerja PT. Fergaco;
2) Sutrisno, H2S Engineer, pekerja PT. Fergaco;
3) Edi, Derrickman, pekerja PT. Bormindo;
4) Matthew, Paramedic, pekerja PT. Bormindo.

Riki pun memastikan semua pekerja telah diasuransikan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Selain klaim asuransi (BPJS), kontaktor (PT. Bormindo) juga memberikan santunan dan pembiayaan yang tidak ditanggung oleh BPJS dan santunan kematian.

"PT. Geo Dipa Energi (Persero) juga akan memberikan santunan kepada korban," kata Riki dalam keterangan tertulis.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa area di luar batas Pad-28 (lingkungan/area publik) dalam kondisi aman dan tidak ada paparan H2S. Sedangkan di Lokasi Pad-28 dilakukan olah TKP oleh Polres Banjarnegara dengan melibatkan Tim Gegana Polda Jawa Tengah untuk memastikan kondisi TKP saat ini.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait